Sabtu, 10 Januari 2015

5 Kelebihan private yoga vs group yoga [yoga rame-rame]

5 Kelebihan private yoga vs group yoga

Ada yang bertanya, untuk mahir yoga butuh waktu berapa lama? Di kalangan anak muda, latihan 3x seminggu, akan sudah mahir/lentur setelah 1-2 tahun berlatih rutin. Di kalangan usia diatas 40-50 tahun, latihan 3x per minggu, akan mahir/ lentur diatas 2 tahun. Di kalangan senior, diatas 50 tahun, tentu lebih lama dari itu.  
  
Mitos beredar
Yoga sama dengan jungkir balik, dilipat-lipat, akrobat dan otot harus super lentur. Mitos ini keliru, salah dan menyesatkan masyarakat awam.  Kekeliruan ini utamanya disebabkan oleh pengajaran yang keliru oleh instruktur/ guru/ pelatih yoga sendiri, di masa lalu dan masa kini. Yoga telah digambarkan sebagai gerakan/ pose yang sangat sulit dan menakutkan, supaya memiliki wibawa dan harga diri sebagai ahlinya. Padahal, yoga bukan itu. Yoga tidak harus melipat-lipat kaki/ tangan/ kepala seperti akrobat/ sirkus.
Yoga adalah ilmu kehidupan spiritual terapan dalam gerakan fisik yang dapat dimengerti dan dilakukan dengan mudah untuk 3  tujuan, power, balance & flexibilty. Yoga yang benar menyentuh pada 3 hal utama dari kehidupan, body, mind dan soul.  Sehingga semua orang [terlatih dan tidak], akan dapat melakukannya tanpa harus kesakitan, ketakutan dan menderita.  Jika disertai rasa sakit otot, takut sakit/ ngeri dan menderita, itu bukan yoga, melainkan penyiksaan fisik. Ini yoga fisik, yoga yang tak lengkap.  Dan penyiksaan fisik, tentu akan dijauhi oleh masyarakat yang bernalar sehat. Jika Anda berlatih yoga dan berjumpa hanya yoga fisik, segera berhentilah.  Karena itu bukan yoga, hanya olah raga fisik biasa, seperti olah raga lainnya.  Kekeliruan basic ini bisa diakhiri oleh instruktur/ guru/ pelatih yoga.   Tugas instruktur/ guru/ pelatih yoga adalah meluruskan kekeliruan mendasar ini dan mengajarkan ajaran yang benar. Ini sangat bisa dilakukan a.l. lewat pengajaran kelas private, dimana seorang pelatih/ guru/ instruktur mampu menjelaskan alasannya mengapa itu keliru, sekaligus menunjukkan dengan contoh gerakan demi gerakan, tanpa dikejar jam tayang [waktu].     

1. Tidak harus mengikuti gerakan yang seragam/sama dengan peserta yang lain.  Instruktur/ pelatih/ guru [personal trainer] harus menyesuaikan takaran/ fase latihan dengan level peserta private.  Ada yang mahir, ada yang biasa, ada yang pemula, semua gerakannya tidak disamakan, tidak dicampur jadi satu [generalisasi, heterogen].  Di kelas masal/ kelas umum, tentu yang levelnya biasa dan pemula/newbie akan ketinggalan [kedodoran] atau cedera otot dan akhirnya berhenti.  Tak ada rasa malu atau minder dengan yang lebih pandai karena kelas private lebih homogen.  Private one-on-one sangat memungkinkan instruktur/guru yoga, menerapkan gerakan demi gerakan secara perlahan/lambat sesuai kemampuan, kelemahan dan kelebihan peserta [taylor made].  Peserta bisa minta satu gerakan diulang berkali-kali sampai mahir atau benar, yang tidak mungkin dilakukan di group yoga.
Instruktur/pelatih dapat mengawasi penuh setiap gerakan yang belum tepat/ benar dengan detai, agar mind, body dan soul alligned.
Peserta bisa meminta break/istirahat kapan saja karena kelelahan dan meminta penjelasan/tanya jawab sebebas-bebasnya tentang, misalkan manfaat gerakan A untuk otot, kelenjar, syaraf tertentu dst. Peserta akan lebih puas secara individual karena menerima pemahaman yang lebih mendalam, bukan general knowledge saja [kulit luar].   

2.  Tidak dikejar target.  Target atau apa yang ingin dicapai ditentukan oleh peserta.  Karena latihan dilakukan di rumah/lokasi peserta dan diatur sendiri oleh peserta, maka peserta sebagai pengambil keputusan penuh.  Tak ada target guru/center [top-down] yang harus ditaati, semuanya dilakukan menurut irama dan tujuan peserta sendiri secara private/ personal [bottom-up].    Tujuan latihan private bukan untuk mengejar target harus bisa dalam waktu secepat-cepatnya atau naik level seperti pada group.  Tak ada kejar tayang atau kejar setoran di kelas private.  Namun tidak juga tanpa tujuan/program.  Program latihan ditentukan bersama-sama, bukan sepihak oleh studio/fitness center/ instruktur/ manajemen.   Jika inversion [kepala dibawah] atau split yang lebar terlalu sulit dilakukan karena punggung lemah atau otot kaki kaku, maka instruktur dapat membantu secara perlahan-lahan, diulang-ulang sesuai permintaan dan kemampuan peserta sampai tercapai kelenturan otot tertentu [flexibility].
Pelatih dapat fokus ke otot-otot tertentu yang ingin dibentuk oleh peserta sesuai keinginannya.

Atau target selalu disepakati bersama diawal dan selalu dapat direview bersama ditengah jalan secara demokratis.  Cepat atau lambatnya progress, murni bergantung interaksi antara instruktur-peserta dan monitoring dari instruktur.

3.  Banyak waktu untuk tanya-jawab. Tugas instruktur memuaskan keingin-tahuan peserta yang tak semua terjawab dengan memuaskan ketika ikut kelas rame-rame [masal].  Keunggulan utama dari private class, adalah waktu yang leluasa/banyak untuk tanya-jawab tentang apa saja mengenai yoga. Peserta bisa menanyakan satu atau dua gerakan yang sulit, memperjelas pengertian manfaat yoga untuk core, back-pain, menurukan sakit kepala, menurunkan stress dst  dan peserta bisa sharing tentang pengalaman atau ketakutannya secara pribadi.  Bisa jadi 1/2 sesi latihan hanya dipakai untuk menjawab ketidak-tahuan/ keingin-tahuan peserta sampai peserta puas.  Misalnya mitos yang salah-kaprah tentang yoga yang beredar di komunitas milist dan internet, misalnya :
a.  tubuh harus lentur seperti karet, karena tubuh akan dilipat-lipat. Jika tubuh tidak lentur, tidak bisa ikut yoga.  Itu tidak benar sama sekali. Yoga dapat diikuti oleh siapa saja, apapun kondisi fisiknya, kecuali orang cacat. Yoga tidak identik dengan gerakan sulit-sulit seperti "akrobat" / sirkus. Gerakan sederhana mengangkat satu kaki dengan balance, sudah disebut yoga.
b.  praktisi yoga bisa "melayang" secara fisik padahal tidak benar. Tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang dapat melayang dan terbang tanpa alat bantu [melawan gravitasi]. Jika demikian tidak perlu lagi kendaraan, semua cukup melayang dan terbang.
c.  yoga menyembuhkan dengan bantuan jin, padahal tidak benar,  jika demikian tidak dibutuhkan lagi profesi dokter dan perawat.
d.  kalau melakukan meditasi lama bisa kesurupan, padahal tidak sama sekali, jika demikian praktek meditasi akan dilarang di seluruh dunia karena akan menimbulkan keributan/kehebohan masal di seluruh dunia, dst dst dst.

Peserta juga bebas berkonsultasi tentang nutrisi dan diet yang cocok untuk masing-masing peserta, misalnya untuk menurunkan lemak di perut dan lengan, diet rendah gula dan carbo, lacto-vegetarian, diet aman, dosis latihan kombinasi dengan diet untuk bentuk tubuh lebih baik,  dst dst dst. Semuanya  sangat mungkin
didapatkan ketika seseorang memilih kelas private dimana seluruh waktu milik 1-2 peserta saja, yang tidak mungkin ditanyakan secara detail di kelas umum [tak ada waktu, bukan tidak bisa].
4.   Waktu latihan yang lebih fleksibel menurut kendali peserta.  Peserta sebagai pengendali waktu latihan, bukan guru/instruktur.  Waktu latihan  tidak selesai secara ketat/ terburu-buru karena ruangan akan dipergunakan untuk kelas berikutnya. Private yoga selalu bisa selesai sesuai kesepakatan antara instruktur-peserta [tidak kaku]. Latihan berikutnya disepakati bersama. Lokasi latihannya pun bisa diubah-ubah sesuai keinginan peserta, tidak harus di satu tempat yang membosankan. Ada kalanya, di teras atas belakang rumah, pindah ke ruang keluarga, pindah ke taman depan rumah, ke taman kota atau ke pinggir pantai bahkan ke pegunungan untuk yoga retreat.  Ini semua sangat dimungkinkan karena waktu ditentukan oleh peserta, bukan oleh tempat latihan/ keinginan guru. Jika peserta sangat sibuk atau jadwal bentrok, peserta bisa minta "break" istirahat untuk sementara waktu, demikian juga jika peserta sakit atau pergi ke luar negeri dalam waktu lama.

5.  Pembayaran, hubungan  dan promosi yang fleksibel.   Instruktur dapat dibayar kapan saja jika peserta sudah siap, tidak harus tepat waktu seperti kalau ikut group yoga/studio yoga/ fitness center.  Tak ada tagihan/billing yang membebani peserta, karena biaya sudah dibicarakan bersama dan memang lebih "tinggi" dari pada kelas umum [kelas rame-rame]. Harap diperhatikan, kelas private memang nampaknya lebih mahal, tetapi woth it, valued.  Jika keuangan Anda menjadi kendala saat ini, tak ada pilihan lain, ikut dulu kelas umum [rame-rame].
Sesuai kemampuan keuangan dari ekonomi kelas A++ & kebutuhan peserta yang sibuk, mereka biasanya "lebih" memilih private, bukan rame-rame yang heterogen, siapa saja bisa ikut. Faktanya, banyak peserta private,   mampu membayar Rp 500.000 - 1.000.000/ sesi latihan @ 2 jam.  
Mengingat hubungan/ relasi yang semakin dekat antara pelatih - peserta, akan terbentuk/ terjalin network jangka panjang, untuk berbagai hal di masa depan, misalnya: referensi teman, memulai latihan kembali, memilih pelatih yang tepat, dst dst.   Peserta dapat mengundang 1-2 kerabat/teman ke rumah mereka saat berlatih untuk memperkenalkan manfaat yoga kepada newbie, misalnya.  

harry purnama, personal trainer yoga & meditasi, yoga Garden, Depok, Jawa Barat
meditasi.tenang@gmail.com
mobile 0812.9077.9000