Kamis, 29 Mei 2014

Peaceful yoga, yoga untuk hidup tenang


“On this path effort never goes to waste, and there is no failure. Even a little effort toward spiritual awareness will protect you from the greatest fear.” (Bhagavad Gita, 2:40)
Kehidupan di kota besar telah menjadi kering dan panas. Orang kota terperangkap untuk terus mencari uang sebanyak-banyaknya. Impian membawa orang kota pergi jauh dari dirinya sendiri. Semakin jauh dari diri sendiri, perjalanan semakin kosong, memanas dan hampa. Solusi spiritual dan hidup bersenang-senang, ternyata kurang memberi jawaban yang memuaskan dan menenangkan. Orang kota menjadi khawatir dan takut akan hidupnya sendiri. Mereka tak yakin dengan keyakinannya.  Tuhan lalu terasa jauh. Ketika itulah hidup di kota lalu cepat mengering, menua, gugur dan mati.   




Hidup di Depok juga sama. Aura panas kota metropolis Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi, telah menyebar.  Kehidupan asli yang sejuk telah pergi.  Kabar baiknya, ada peaceful yoga. yoga garden, yoga untuk hidup tenang di Depok.  Latihannya ditujukan untuk mengembalikan jiwa yang tenang, teduh dan sejuk.  Apa saja tiga [3] tanda latihan yoga yang diarahkan untuk hidup tenang dan damai yang kita dambakan:

1. Yoga untuk kebaikan.

Meditasinya seimbang dengan asana [gerakan, postur]. Meditasi dianggap yang terpenting, sepenting olah nafas, bukan sebagai asesori belaka. Tak ada yoga akrobat, seperti head-stand, yoga jungkir-balik, kaki dilipat di belakang kepala, tak ada yoga hip-hop, yoga jingkrak maupun yoga just for fun.  Intinya, asananya dipilih yang sederhana, mudah diikuti dan dipraktekkan sendiri di rumah, tanpa bimbingan,  Yoga yang bukan untuk dipamerkan, melainkan untuk dirasakan secara pribadi. Meditasi bukan untuk mengosongkan pikiran atau agar spirit melayang-layang ke tempat lain. Meditasinya  dilakukan sepanjang latihan, berkali-kali, bukan hanya satu - dua kali.  Meditasi dan olah nafas, sumber ketenangan dan kedamaian. Yoga dipercaya bisa meredakan stress, detoks pikiran dan mengurangi gejolak emosi. Yoga for the good.


2. Yoga untuk kehidupan. 

Wisdom dan filosofi hidup dipentingkan diatas latihan fisik. Yoga yang menyatu dengan kehidupan, bukan terpisah.  Yoga yang mengubah hidup, bukan hanya olah raga.  Yoga yang mencintai keteraturan, bukan berantakan dan dis-organised.  Inilah mengapa hampir semua gerakan yoga "melambat," bukan fast movement.   Praktek yoga mau tak mau dekat dengan olah raga serius, bukan tipe olah raga hura-hura.  Yama dan niyama sebagai kebenaran universal, dieksplore dan ditekankan  untuk dilakukan bersama-sama di sepanjang hidup, bukan untuk diucapkan dan dihafalkan.  Inti dari yama dan niyama adalah berbuat kebaikan, menghindari yang jahat, mengelola hawa-nafsu, tidak menyakiti dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Agung.  Yoga bukan agama, jadi tidak ada segala macam pernak-pernik penyembahan spiritual yang sama dengan kegiatan ritual keagamaan.  Guru/ instruktur sebagai teladan hidup baik dan melakukannya bersama-sama dengan peserta latihan. Yama dan niyama sebagai mesin utama ketenangan dan kedamaian, menjadi kebiasaan hidup yogi dan yogini yang berlatih bersama.    Praktisi yoganya  bertujuan untuk menemukan hidup tenang dan damai.  Latihannya untuk self-control, menjadi non-smoker,  vegetarian, tidak mudah marah/ emosional/ meledak-ledak, menjaga perkataan dan perbuatan baik dan non-drinker. Dari buahnya kita tahu pohonnya.  Yoga for life.


3.  Yoga untuk pencegahan.

Yoganya tidak sekedar untuk otot dan membentuk tubuh indah [external performance]. Gerakannya relatif  slow, melambat, lama, relax, passive, tenang [yin yoga].  Keringat, rasa sakit dan stretching hanya sebagai media untuk mencapai relaksasi body, mind dan soul. Latihan yoga ditujukan dan disepakati untuk menjaga kesegaran, kesehatan dan percaya-diri. Jika kemudian yoga ternyata menyembuhkan, dianggap sebagai bonus tambahan. Yoga untuk pencegahan, sehingga tidak ditujukan untuk terapi/pengobatan penyembuhan satu-dua penyakit. Jelas itu bukan maksud dari yoga. Jika Anda sakit, sebaiknya pergi ke dokter dan lab profesional.  Jika Anda ingin tubuh gempal berotot, jangan memilih yoga.  Jika Anda ingin turun berat badan 5-10 kg, yoga juga bukan pil diet.  Umumnya praktisi yoga yang telah lama menjalankan yoga sebagai gaya hidup sehat dan tenang,  tubuhnya tidak ada yang gemuk atau obessed.  Yoga for prevention.

Semoga membantu mengenal yoga lebih dekat dan memilih jenis yoga yang cocok buat Anda, di kota Anda.
Kenalilah apa kebutuhan utama Anda?  Lalu carilah dan temukan tempat atau guru yoga yang sesuai dengan kebutuhan Anda ber-yoga.  Berlatihlah terus setiap hari, sampai menemukan ketenanngannya sendiri.

 
contact for free-assisstance : sms 0812.9077.9000 or email ke harry.uncommon@yahoo.co.id

Sabtu, 17 Mei 2014

10 Fakta & mitos yoga di Indonesia

1.  Jika Anda bisa memegang jempol kaki sambil membungkuk dengan 2 kaki lurus selama 10 hitungan nafas, itulah salah satu fleksibilitas otot yoga. Cobalah.  Kurang lebih baru 50% dari total populasi yang bisa melakukannya, maka market yoga demikian besarnya di seluruh dunia.   Yoga masuk ke Indonesia dan Asia dibawa oleh orang Eropa dan Amerika, meski asalnya dari orang India yang beragama Hindu. Kiblatnya sampai hari ini tetap ke sumber aslinya, India.  Sampai di Indonesia, juga sama dengan di Eropa dan Amerika, yoga dikreasikan macam-macam, sesuai selera dan kreatifitas orang diluar India. Faktanya yoga adalah yoga. Mitosnya, yoga dianggap agama baru, aliran sesat, menyembah berhala, magic, mistis, klenik. Ia tak bisa melayang sambil meditasi. Yoga, hanya berbeda dengan olah raga lainnya. Cobalah dan rasakan bedanya.


2. Yoga yang asalnya adalah praktek ritual spiritual personal, telah menjadi olah raga "netral" fisik, jiwa dan pikiran. Pertama, meski ada meditasinya, ia tetap bukan agama baru.  Yoga tak menjamin Anda masuk sorga. Karena bukan agama baru, jadi tak perlu alergi, menganggap yoga macam-macam, sebagai aliran sesat atau new-age movement. Jika sebagian orang menganggap yoga sebagai ibadah, terserah masing-masing. Hari ini, yoga sudah menjadi "gaya hidup" olah raga untuk ketenangan jiwa dan kesegaran tubuh. Kedua, banyak yang melakukan yoga sebagai "akrobat jungkir balik kepala dibawah atau kaki dilipat ke belakang kepala," tetap saja didahului dan diakhiri oleh relaksasi samadhi [meditasi mendalam].  Tetap pandangan Anda harus jernih, yoga bukan akrobatik seperti itu. Ketiga, yoga bukan untuk kalangan tertentu seperti selebriti, terbuka untuk siapa saja dengan agama apa saja, guru, ibu rumah tangga, siswa/mahasiswa, kakek/nenek, pengusaha, dokter/bidan/perawat, politikus, pemuka agama, bintang film, dst  Terbuka untuk Anda. 

3. Yoga adalah netral. Itulah uniknya yoga, bertujuan menyatukan body, mind dan soul. Ia adalah work-out antara gerakan relaksasi, pernafasan yang teratur dan meditasi ketenangan personal. Jika ada orang yang berbicara tentang yoga, tolong diingatkan di dalamnya sudah termasuk meditasi, satu paket.  Banyak orang lari ke yoga untuk solusi hidup menemukan ketenangan dan kedamaian hidup, yang tak ditemukan di olah raga lainnya.  Maka tak usah paranoid, jika Anda menemukan berbagai aliran/style/faham dalam yoga, tujuannya tetap satu.

4. Yoga menahan satu gerakan/pose/asana dalam beberapa detik/menit, sedangkan fitness mengulang satu pose berkali-kali. Yoga membentuk habit otot dalam, fitness habit otot luar. Otot yoga akan terbentuk lebih lama dan bertahan lebih lama. Secara fisik mendisiplinkan "otot dalam" lewat banyak stretching dan twisting, sehingga pasti terasa sakit. Lewat jam terbang, rasa sakitnya akan menurun seiring dengan meningkatnya skill. Yoga membuat otot Anda lebih fleksible/lentur, tidak kaku, sehingga mengurangi rasa sakit.

5. Yoga adalah kegiatan mandiri, sendiri, personal.  Dalam jangka panjang, praktisi  yoga [yogi dan yogini] bisa berlatih sendiri di rumah, tak butuh kelas yoga.  Kita tak membutuhkan bimbingan guru/ instruktur yoga, kecuali di awalnya saja.  Manfaat fisik : flexibility [kelenturan], balance [keseimbangan], dan power [kekuatan dan daya tahan]. Secara mental, open-mind, positive attitude dan passion,  Secara spiritual: higher purpose, higher peace of mind dan letting go. Maka jika ada yang menghubungkan yoga dengan stress- release, relevan bukan?

6. Yoga bukan obat, bukan terapi dan bukan penurun berat badan, apalagi penyembuh kanker, DBD, typhus, flu burung, jantung, MERS dan back-pain. Jika merasa cocok dan berguna, lanjutkan latihan, siapa tahu kita dapat bonus dari salah satu diatas. Meski pada umumnya, praktisi yoga bertubuh sehat, padat, tegap dan langsing, karena performa paru, jantung, pembuluh darah, hati dan ginjal diperbaiki secara rutin. Namun ada yang tidak seperti itu. Jika Anda sakit lebih baik ke dokter dan laboratorium saja.  Jangan jadikan yoga sebagai alternatif medikasi.

7.  Yoga belum dikenal, belum banyak yang tahu dan masih sedikit yang sudah pernah berlatih.  Peminat yoga umumnya masih didominasi wanita, usia 20-50 tahun. Meski yoga untuk segala sex dan usia. Informasi tentang yoga sudah banyak di internet, buku-buku dan video. Pelajarilah.

8. Yoga, seperti olah raga lainnya, bisa dikomersialkan dan dijual dengan harga yang tinggi. Itulah sebabnya ada "kelas-kelas yoga" ramai-ramai dan berbayar, meski asalnya adalah kegiatan mandiri sendiri.  Tetapi yoga tak bisa dikompetisikan, itu bedanya.  Sehingga kebanyakan yoga hanya seperti olah raga biasa, sehingga membosankan, karena memang gerakannya serba melambat. Untuk mengatasinya, praktisi yoga cenderung pindah-pindah tempat latihan dan penjaja yoga kemudian membuat power atau flow yoga [lebih energetik karena gerakan lebih dinamis, lebih cepat dan  menguras keringat dan tenaga].

9.  Yoga [dan meditasi], bisa dilakukan kapan saja, pagi subuh, siang, sore atau malam hari. Yoga bisa dilakukan dimana saja, di teras, di ruang keluarga, di halaman rumah,  di kamar tidur, di kamar mandi, di taman, dipinggir kolam renang, sambil berjalan, sambil duduk atau sambil bekerja. Dalam latihan yoga, pada umumnya tak pakai alas kaki, memakai baju longgar dan matras/mat yoga. Beberapa pria, tak pakai kaos, telanjang dada.  Anda bisa pakai celana pendek dan kaos rumahan saja. Di setting lainnya, yoga bisa dengan pakaian apa saja, bergantung skill dan tingkat penguasaan seseorang.

10. Yoga itu mandiri, sendiri, bukan ramai-ramai.  Pelaku yoga tingkat tinggi, melakukan yoga sebagai kegiatan harian.  Yoga sudah menyatu [entirely connected] dengan dirinya. Mereka tak ditemukan di kelas yoga.  Karena kematangan, kebijaksanaan dan kedewasaannya, mereka tak menerima bayaran, tak ada sumbangan, benar-benar gratis nol rupiah. Mereka sangat menjaga yama dan niyama, perilaku dan perkataan, non-drinker, non-smoker dan vegetarian.  Bagaimana bisa begitu? Tak ada yang memaksa, tak ada acara sungkan atau malu.  Secara alami, itulah kelebihan yoga.  Latihan rutin yoga secara alami, membentuk karakter unggul personal.  No pain -no gain, perubahan tidak otomatis dan tidak gratis, memerlukan proses, waktu dan membayar harga.  Namun, bukan agama, hanya cara hidup yang lebih baik dari kebiasaan pada umumnya.  Kelompok yoga tingkat tinggi ini jumlahnya sangat sedikit, dibawah 10%.  Cobalah dan rasakanlah bedanya.