peace community Indonesia [peacecom]
Peace, it does not mean to be in a place where there is no noise, trouble or hard work, it means to be in the middle of those things, but still be calm, tranquil, serene, restful and peaceful in our heart and mind.Love, peace and happiness adalah tiga hal “hakiki” yang dapat menerangi kehidupan di dunia saat ini dan hidup yang akan datang. Banyak jiwa-jiwa yang tidak lagi bisa merasakan calm, tranquil, serene, restful dan peaceful, karena berbagai persoalan, perjalanan, pengalaman, trauma, keinginan dan gejolak hidup. Hanya tersisa sedikit damai di dalam diri, terlebih di luar diri. Hidup semakin terasa menekan, sesak dan stressful bagi sebagian besar orang. Namun, setiap jiwa bisa menemukan dan merasakan kembali keteduhan, ketenangan dan kedamaiannya, asalkan hidup ditata-ulang kembali. Menata-ulangnya membutuhkan cara-cara baru, kesadaran baru dan pola pikir baru.
Indonesia masih perlu menata-ulang cara hidup, pola pikir dan kebiasaan yang menjauhkan warganya dari kualitas hidup yang diidam-idamkan secara hakiki. Optimis, Indonesia masih bisa menerangi warganya dengan berbagai-bagai gerakan kesadaran masyarakat yang fokus kepada pembangunan non-fisik selain fisik, yaitu menyegarkan kasih sayang, menghidupkan kedamaian jiwa dan merawat kebahagiaan. Terutama gerakan kesadaran dan perubahan pola pikir yang berfokus kepada keluarga demi keluarga. Tak berarti institusi lain tidak berfungsi dengan baik. Semua kemungkinan perlu dicoba dan jika menemukan jalan baru, itu perlu diperkuat.
Peacecom digagas untuk menghidupkan kembali institusi keluarga demi keluarga. Lewat kekuatan dan kesadaran baru keluarga [elemen terkecil masyarakat], sebuah corporate culture besar yang telah rusak, bisa ditata-ulang, ditumbuhkan ulang dan mampu berbuah kemajuan-kemajuan baru. Sehingga akan muncul lebih banyak orang, pemimpin dan keluarga yang suka dengan cinta damai. Dengan cinta damai, kualitas hidup akan meningkat dan semua mahluk akan hidup lebih berbahagia.
Visi dan Misi
peace community Indonesia [peacecom] adalah jaringan sosial [social network], bukan gerakan politik, bukan bisnis/usaha, bukan perusahaan, tetap terbuka menjadi lembaga sosial jika dibutuhkan.
Peacecom, gerakan cinta damai sederhana dan universal, lintas agama dan budaya, menganut kebenaran manusia paling universal di dunia, ialah cinta dan damai. Semua ajaran kebaikan berpusat pada 2 hal ini.
peace community Indonesia [peacecom] membantu setiap keluarga demi keluarga Indonesia [berfokus pada keluarga-keluarga, bukan pada tataran masyarakat luas] apapun backgroundnya, untuk mempraktekkan gaya hidup cinta damai di dalam keluarganya masing-masing.
Objective
Menemukan dan mengalami “live a peaceful life” secara personal demi personal, di dalam konteks keluarga. Setiap pelaku cinta damai harus berusaha dengan penuh ketabahan dan ketekunan untuk memiliki pengalaman pribadi dalam hidup penuh damai dengan keluarganya. Jika individu mampu hidup cinta damai di dalam keluarganya, diharapkan ia akan mampu menjadi “agent of peace” bagi keluarga yang lain. Hidup menjadi lebih bermakna ketika mampu membantu orang lain menemukan jalan kedamaiannya.
Metode
Peacecom, menerapkan cara/ gaya hidup “cinta damai,” yang universal, disebut sebagai “peace life skill” yang sederhana, dapat dipraktekkan, dapat dilatihkan dan dapat dikembangkan setiap saat pada tingkat individu di dalam keluarga.
Setiap individu harus berinteraksi dengan dirinya sendiri, sebelum dengan anggota keluarganya masing-masing. Diri sendiri adalah arena perdamaian pertama/ dasar yang harus dibereskan dan dimenangkan. Berdamailah dengan diri sendiri dan dengan Tuhan. Bereskan arena pertama hari ini. Menjadilah berhasil mengatasi kemelut diri sendiri, kenalilah diri sendiri dan ajaklah diri sendiri untuk hidup penuh cinta damai hari ini. Latihlah.
Arena kedua, adalah esok hari. Pulanglah dan fokuslah untuk membangun keluarga sendiri. Mulailah dengan dan dari keluarga sendiri [inner-circle yang terdekat], jangan keluarga orang lain atau keluarga jauh atau keluarga teman. Ujian mastery di arena pertama ada di arena kedua. Segala konflik, perbedaan, friksi akan dirasakan di arena kedua. Jika berhasil di arena pertama, biasanya lebih mudah berhasil di arena kedua. Latihlah.
Setiap keluarga, harus membuat gaya hidup cinta damai, menjadi “how-to” yang mudah, step-by-step practice, meski hidup cinta damai itu nampaknya sulit dan abstrak. Gaya hidup cinta damai harus mudah, sederhana dan bertahap sedikit demi sedikit. Tidak diperlukan ambisi untuk menyelesaikan semua masalah keluarga dalam semalam, tuntas. Sebisa mungkin hindari hal-hal rumit, sulit dan kompleks. Hindarilah jargon-jargon atau slogan-slogan yang manis di atas kertas atau di spanduk, dan gantilah dengan prinsip hidup sederhana yang mudah dipraktekkan. Gantilah mimpi-mimpi yang muluk, dengan tindakan kecil sederhana hari ini, misalkan: mendahulukan saudara lebih dahulu mengambil makanan/ baju, mendengarkan curhat tanpa mencela, mengalahlah dan dahulukan yang lain, memberi salam, menegur saudara kita lebih dahulu, mencium/ memeluk anggota keluarga terlebih dahulu, membantu merapikan meja makan/ tempat tidur dengan senyuman, menyapu rumah/ halaman dengan gembiara, mencuci piring kotor di dapur dengan ikhlas, dst. Latihlah.
Berhentilah dengan teori, langsung praktekkan apa yang bisa/mampu. Mulailah dengan yang mudah terlebih dahulu dan tunda yang sulit di belakang. Jadikan gaya hidup cinta damai itu “applicable and practical.” Jika “peace life skill” menjadi rumit atau terasa sulit, gantilah dan tinggalkan, misalkan: jika memaafkan itu masih sulit, cobalah dengan mengajaknya bicara baik-baik dan mendoakannya. Itu jalan lebih mudah.
Carilah cara-cara termudah. Jika tidak menemukan cara termudah, cobalah cara lain sampai akhirnya menemukan cara paling cocok/ paling sesuai dengan konteks tiap keluarga. Kita semua tahu, setiap keluarga adalah unik, dalam pola pikir, latar belakang, tujuan, situasi dan masalah yang dihadapi.
[Keyword: mempraktekkan, gaya hidup cinta damai, mudah dan sederhana.]
Fungsi dan sebutan
Ayah dan atau ibu, anak tertua, single parent, diharapkan berperan sebagai role model.
Setiap pelaku dalam keluarga dari peace community Indonesia [peacecom], disebut “peace maker.”
Setiap pelaku “peace maker” yang ingin membantu [mentoring] keluarga lain, disebut “peace mentor” pada level keluarga atau “agent of peace” dalam skala lebih besar.
Pendiri atau pengurus kegiatan peacecom, untuk sekedar membedakan fungsi dan sebutannya, akan disebut atau dikenal sebagai, “peace ambassador.”
Membership
Siapa yang bisa bergabung? Terbuka bagi siapa saja yang setuju dengan visi dan misi. Semakin beragam dan berbeda-beda [Bhineka Tunggal Ika, pluralisme, majemuk] semakin baik untuk melatih dan mengelola setiap gesekan, perbedaan, debat, konflik, yang akhirnya/tujuannya hanyalah untuk saling menyayangi dan menciptakan lebih banyak lagi rasa damai, sama sekali bukan untuk menjadi musuh atau saling menjauhkan satu sama lain.
Accountability & transparency
Peacecom atau peace community Indonesia, adalah gerakan masyarakat biasa [lay-people], non-profit organization, nirlaba, NGO dan bebas melakukan kegiatan cinta damai yang penuh tanggung jawab. Tanggung jawab personal dan sosial itu ditunjukkan dengan 2 hal utama: Accountability dan transparency [open book management]. Setiap pribadi harus menjaga diri, mawas diri dan mempraktekkan gaya hidup cinta damai. Tidak ada iuran. Tidak ada ikatan atau kontrak dan semacamnya. Jika ada yang tergerak untuk mendanai sebuah kegiatan, silahkan terbuka saja untuk didiskusikan dengan “peace ambassador.”
Tanda anggota peacecom, hanyalah sebuah identitas gerakan dan dibiayai oleh member sendiri. Sifat keanggotaan, volunteer [relawan], tidak ada sistim gaji atau honor. Setiap dana/sumbangan/ inkind-donation yang masuk akan dikelola lewat sebuah rekening dengan dua penanda-tangan [double-signature account].
Dana yang masuk semata-mata untuk membiayai biaya operasional kegiatan, seperti: pertemuan rutin “peace sharing & learning,” seminar/ convention, visit/ audiensi, training, dst bukan untuk gaji/honor/penghargaan/ reward/ hadiah/ bonus.
Setiap kegiatan harus bebas dari interest pribadi maupun organisasi, misalkan untuk ambisi politis, ambisi popularitas, ambisi memperkaya diri sendiri, ambisi promosi sebuah produk/jasa dst.
Peacecom tidak ingin publisitas publik, beriklan atau memamerkan kegiatannya kepada publik. Komunikasi di media sosial terbatas untuk peace sharing dan learning.
Peacecom tidak untuk dikaitkan dengan aktifitas politik, partai atau pemilihan umum/pilkada.
Kerjasama dengan lembaga sponsor/ perusahaan korporasi akan diatur sedemikian rupa melalui SOP yang disusun oleh pengurus dan disetujui oleh pengurus.
Sebuat tim Internal Audit dibentuk untuk mengawasi seluruh kegiatan dan keuangan agar “clean management” dapat dipraktekkan dengan murni dan bersih. Frekuensi audit 2 kali selama setahun.
Seven [7] “peace life skill” dari peacecom
Di setiap skill, akan diawali dengan “kata kerja” sederhana yang practical agar langsung dapat dipraktekkan. Pertanyaannya, apakah skill ini berurutan? silahkan direnungkan.
1. Praktek pertama |
Kata kerja pertama adalah : “dengarkanlah.”
Dengarkanlah hati nurani, suara hati sendiri [suara Tuhan]. Hati nurani adalah pelita terang benderang dalam gelap, ketika harus memilih jalan. Ia menerangi perbuatan baik dan mencegah yang buruk.
Menjadi baik dan benar adalah landasan fundamental menuju jalan penuh cinta damai. Dan itu hanya melalui jalan utama, rajin masuk ke dalam diri sendiri.
Sehingga apapun yang kita kerjakan dengan baik dan benar, akan keluar sebagai kebaikan dan kebenaran. Ia membentengi diri dari perbuatan tercela, jahat, benci, dendam dan permusuhan. Sehingga hidup menjadi lebih baik dan menjadi lebih benar di mata Tuhan dan manusia. Ia membangun legacy ke masa depan, melapangkan jalan pulang ke rumah Tuhan, meninggalkan jejak kehidupan ke anak-cucu dan membangun personal branding hari ini. Hidup menjadi lebih bijaksana, dewasa dan matang. Sumber kebijaksanaan, kedewasaan dan kematangan adalah suara hati, bukan usia. Personal character dan moral / akhlak mulia dibangun di atas jalan ini. Pemimpin bijaksana, dewasa dan matang adalah yang sering berlatih mendengarkan suara hati. Ia timeless, suara Tuhan sendiri, jalan Tuhan terbaik, jalan kebaikan dan jalan penuh berkat.
Inilah praktek pertama yang general/ fundamental bagi semua “peace maker.” Dengarkanlah hati nurani, suara hati sendiri [suara Tuhan] sebelum bertindak atau berniat melakukan aktifitas, misalnya: mengambil keputusan, memilih sesuatu, menentukan sesuatu, bekerja, berbisnis/ berdagang/ berusaha, belajar, mengajar, berkarya, membantu/melayani orang lain, ibadah, mengendarai kendaraan, bepergian atau rekreasi. Singkatnya, kalau ingin menjadi orang baik dan benar, rajinlah untuk mendengarkan suara hati. Latihlah.
2. Praktek kedua |
Kata kerja kedua adalah : “terimalah.”
Bersyukur adalah aktifitas menerima. Menerima adalah bersyukur, mensyukuri. Menerima itu mengerti dan memahami. Dengan menerima, ia dapat mengobati penyakit menang sendiri. Dengan menerima, manusia tidak memaksakan kehendaknya, tidak ngotot, tidak hanya maunya sendiri, apalagi marah dan protes kepada Tuhan.
Bersyukur adalah nafasnya “peace maker.” Bersyukur setiap saat di setiap keadaan, di setiap kondisi, baik atau buruk. Give thanks at anytime, anywhere and anyhow. Hal buruk menjadi baik, ketika bersyukur. Baik dan buruk sama-sama sebagai hadiah jika diterima dengan lapang dada dan jiwa besar. Pemimpin yang lapang dadanya dan besar jiwanya, adalah pemimpin yang banyak bersyukur. When bad things happen to good people, bersyukurlah. Di setiap tarikan nafas dan hembusan nafas, sertailah rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Bersyukur yang sejati, bukan dengan membandingkan diri sendiri dengan keadaan orang lain. Bersyukur adalah urusan setiap pribadi dengan Tuhan. Sehingga bersyukur menjadi pusat ibadah, pujian dan penyembahan personal dengan Tuhan. Latihlah. Jika bersyukur itu sama dengan “menerima” segala sesutu, maka kelegaan, keringanan, keterbukaan dan kerendahan hati akan mengalir secara alami dari dalam diri. Hidup menjadi lebih tenang, kegelisahan dan kekhawatiran pergi menjauh. Latihlah.
Mohon maaf kepada bapak/ibu/saudara, mohon bersabar, menunggu lanjutan materi, terima kasih
salam cinta damai,
Hub harry purnama WA/sms: 0821.3147.7119 untuk sinergy.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar