Sabtu, 28 Juni 2014

Meditasi tenang [MT]

Percayalah bahwa meditasi tenang [spiritual growth]  adalah anugerah Tuhan yang dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja.  Ia begitu mudah, simple dan sederhana.  

Meditasi, bisa dianggap satu sarana untuk pertumbuhan spiritual yang luar biasa tak terbatas, beautiful, tremendous, unlimited, fascinating, fantastic untuk mengasah  "life wisdom" menuju life peace and happiness.   

"Meditasi tenang itu membuka, mengungkapkan dan menormalkan jalan hidup kita kepada terang. Ia sebuah kekayaan keindahan yang tak terhingga." 

Ada guru yang mengatakan meditasi adalah  "a journey without goal."  Sebuah perjalanan mengembara terbuka yang mengesankan dan mencerahkan menuju terang hidup.    

Meditasi tenang itu membangun diri untuk sebuah pengalaman, refleksi diri saat ini dan  menjangkau sebuah kesempurnaan ke depan, tapi tak pernah akan sempurna.  Perjalanan menjadi sempurna memang selalu tak terbatas. 

"Bagi yang senang bunga,  meditasi tenang seperti memelihara bunga indah di dalam rumah. Bunga selalu indah dan segar jika diberi pupuk, dijemur di bawah matahari dan disiram setiap saat."
"Diam, dalam dan tenang,  intisari dari meditasi tenang." 

Ia bergerak bagai angin mencari jendela kesempurnaan.   Ia  bebas terbang kemana saja [tanpa konsep ini, tanpa konsep itu, tanpa batasan-batasan dan rambu-rambu].   Perjalanan itu begitu "luasnya" tak berbatas, sampai kita tak bisa mengenali mana yang awal dan mana yang terakhir.  Kita hanya "merasakan" kehadiran dan keagungan Tuhan. Semuanya memang Tuhan.  Bahkan kita tetap tak bisa melihat Tuhan, karena Ia diluar kemampuan dari meditasi dan dari manusia sebagai ciptaan.       
 
Sudah banyak hasil penelitian tentang meditasi, khususnya teknik Transcedental meditation [TM] di Amerika di bidang kedokteran dan psikologi.  
Meditasi tenang adalah bagian integratif dari proses mencapai Work & Life "happinnes" Balance [WLB].


"Meditasi, masa tenang jalan untuk pencerahan universal."
  Beberapa "key points" [intisari / ringkasan] dari meditasi pada umumnya yang ramai diperbincangkan orang Indonesia, namun jangan sampai point-point ini membelenggu pengertian dan pengalaman Anda sendiri, sbb:





1.   Tujuan meditasi
Merasakan damai, ketenangan dan penyembuhan dari dalam diri saat ini [present moment].  Posisi pikiran saat meditasi adalah pada space/ gap [jarak] antara pikiran-pikiran. Posisi ini saya sebut sebagai titik meditasi atau titik tenang.  Di tengah proses berfikir itulah pikiran beristirahat.  Saat istirahat itu tubuh merasakan kedamaian, ketenangan dan penyembuhan alami.  Meditasi adalah latihan pikiran dan spiritual universal, bukan agama, non-sektarian, sama sekali bukan ritual.

Dengan meditasi, manusia memiliki wisdom.   Meditasi menyederhanakan kerumitan, bukan sebaliknya.   Meditasi membebaskan yang terikat dan menerangi yang gelap.   Ia menjadi kuat ketika lemah, menjadi lemah ketika kuat.  Meditasi mendamaikan yang terhilang/ tersembunyi dan mengisi yang hampa.
Meditasi benar-benar membuat orang dapat menata ulang kehidupannya agar utuh dan fokus.

Manfaat meditasi tenang
a.  meningkatkan ketenangan, kedamaian dan keseimbangan hidup dan kerja
b.  menurunkan stress level
c.  mengurangi kekhawatiran, kegelisahan, kecemasan dan ketakutan
d.  memperbaiki sikap dan karakter dalam hidup 
e.  meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit


 
2.  Mekanisme meditasi
Meditasi berarti "mengistirahatkan" pikiran saat ini di moment ini [to meditate is to take a rest or a break at present moment, the now] yang terbang kesana-kemari seperti burung, menjadi pikiran yang diam tenang seperti pepohonan.   Istirahat?  Benar-benar masuk ke dalam pikiran tenang, dengan tidak berusaha untuk berfikir sama sekali [effortless], diam saja dan relaks penuh.  Tubuh yang tenang-diam akan membantu otak menjadi tenang-diam, begitu pula sebaliknya. Ketika semuanya tenang-diam, mekanisme tubuh bekerja jauh lebih baik.   Kerja, pengambilan keputusan, analisa dan ketenangan semakin baik tentunya.  Meditasi tidak pergi ke belakang atau ke depan, ia berhenti disini, sekarang. Meditasi juga tidak meramalkan masa depan [the power of now]. 

Note: intention hari ini yang menciptakan realitas nanti [the power of intention].   

Dengan  "memejamkan" mata, tubuh meminta pikiran untuk istirahat, bukan berhenti bekerja atau stop berfikir.  Selama meditasi, pikiran akan terus bekerja, bergerak bebas. Karena tubuh diam tenang, pergerakannya menjadi melambat.   Jika sedang berbahagia berhentilah sejenak, jika sedang bersedih berhentilah sejenak.  Ia membiarkan segala hal yang terjadi untuk lewat, tidak menangkapnya, melainkan mengamatinya.  Sambil berusaha melepaskan [let it go] semua hal yang melekat. Ia juga melepaskan [menyembuhkan/ memulihkan] genggaman kegelapan, seperti keterikatan dengan narkoba, kriminal umum,  sex bebas, pikiran jahat, penipuan, korupsi, persekongkolan, rencana jahat, kejahatan lain, dst.   Ia juga menyerahkan total sempurna segala persoalan hidup agar merasakan "peaceful state of mind."

Ia berdiam diri sejenak [quiet mind], hanya "mengistirahatkan" [mind resting] pikiran dalam kekinian, termasuk istirahat  dari "sampah" kehidupan: ketakutan, kekhawatiran, kegelisahan.
Istirahat meditasi memungkinkan pikiran berada pada gelombang gamma yang  tenang seperti saat orang tertawa lucu.  Saat orang tertawa, otak akan berada pada gelombang gamma tingkat tinggi seperti yang diproduksi selama meditasi.  Demikian hasil penelitian yang dipimpin Lee Berk, guru besar di School of Allied Health Professions dan School of Medicine, Loma Linda University, California, Amerika Serikat. See more at: http://health.liputan6.com/read/2043420/ini-dia-cara-meditasi-yang-menyenangkan#sthash.ZkcbiIj5.dpuf.   Meditasi menyehatkan, tawa juga menyehatkan. 
Saat orang tertawa, otak akan berada pada gelombang gamma tingkat tinggi seperti yang diproduksi selama meditasi. Demikian hasil penelitian yang dipimpin Lee Berk, guru besar di School of Allied Health Professions dan School of Medicine, Loma Linda University, California, Amerika Serikat. - See more at: http://health.liputan6.com/read/2043420/ini-dia-cara-meditasi-yang-menyenangkan#sthash.ZkcbiIj5.dpuf
Saat orang tertawa, otak akan berada pada gelombang gamma tingkat tinggi seperti yang diproduksi selama meditasi. Demikian hasil penelitian yang dipimpin Lee Berk, guru besar di School of Allied Health Professions dan School of Medicine, Loma Linda University, California, Amerika Serikat. - See more at: http://health.liputan6.com/read/2043420/ini-dia-cara-meditasi-yang-menyenangkan#sthash.ZkcbiIj5.dpuf
Saat orang tertawa, otak akan berada pada gelombang gamma tingkat tinggi seperti yang diproduksi selama meditasi. Demikian hasil penelitian yang dipimpin Lee Berk, guru besar di School of Allied Health Professions dan School of Medicine, Loma Linda University, California, Amerika Serikat. - See more at: http://health.liputan6.com/read/2043420/ini-dia-cara-meditasi-yang-menyenangkan#sthash.ZkcbiIj5.dpuf

Meditasi,  "membebaskan"  diri kita dari aktifitas berfikir [silence, pure mind].  Keadaan yang  "netral long-silent moment," setenang pepohonan, selembut daun, sebiru langit dan sedamai alam semesta. Ia menyeimbangkan kerja dan kehidupan.  Gangguan pertama meditasi adalah kekotoran pikiran. Gangguan kedua adalah kekotoran badani. 


3.   Relaksasi pikiran dan spiritual
Meditasi adalah relaksasi pikiran dan spiritual ketika tubuh diam tenang [silent stillness], menyaksikan saja [observing] apa saja yang terjadi di pikiran, gejolak tubuh dan sensasi spiritualnya.  Ia diam seperti pohon memandangi burung-burung, diam seperti langit memandangi awan yang bergerak [awan hitam dan awan putih], tidak basah diatas air dan tidak kotor diatas lumpur [vipashana, pandangan terang, purified].  Contoh: tidak menjadi stress yang menyesakkan dan menekan didalam kehidupan, tidak menderita didalam ujian, tidak mengeluh didalam musibah, tidak menyalahkan didalam kesalahan, tidak marah didalam kekecewaan, tidak terluka didalam hubungan, tidak menghakimi didalam perbedaan.  Rohaninya "relaks," netral, diam, tenang bukan hanya raganya.


4.   Titik meditasi atau titik tenang
Meditasi, melihat dan merasakan gerak pikiran sendiri, "bukan" berfikir [effortless, tanpa usaha apa-apa], bukan mengosongkan pikiran, karena pikiran tak bisa dikosongkan.  Ia terus bekerja seperti mesin otomatis. 
Pikiran dan tubuh bisa beristirahat ketika bermeditasi.  Meditasi dilakukan sampai menemukan "titik meditasi," atau "titik tenang."  Waktunya tidak terlalu lama, 1-2 menit biasanya sudah bisa.    Di titik meditasi ini, kita mesakan "istirahat" penuh, diam penuh dan tenang penuh. Dalam keadaan inilah, rasa tenang, rasa damai dan keseimbangan bekerja sangat baik. Selesai meditasi tenang, kita biasanya merasakan kelegaan [merasa ringan], kepuasan, ketenangan dan kennyamanan yang luar biasa. Momen ini menjadi tak terlupakan dan bisa diulang kembali saat meditasi lagi. 

Tanda-tanda: kita melihat berbagai warna-warni dari pikiran, bentuk-bentuk yang berubah sesuai gerak pikiran sendiri.   Ia  mengangkat, memberikan berbagai "sensasi" seolah tidak merasakan apa-apa, tidak berada dimana-mana atau berada di suatu tempat sunyi,  sebebas pikiran bergerak dan setenang kita mengamati saja.  

Ketika mata dibuka, meditasi berhenti, karena tubuh dan mata meminta pikiran bekerja normal kembali [ingin ini - ingin itu, ingin melakukan ini - ingin melakukan itu, ingin pergi kesini - pergi kesana dst dst].    
Setelah meditasi tenang, Anda bisa melakukan aktifitas rutin kembali seperti biasa. 


5.   Sadar penuh
Meditasi berbeda dengan tidur.  Tidur berarti tubuh dan pikiran istirahat total relatif lama [dalam jam].  Meditasi, tubuh dan pikiran "istirahat" sementara waktu [dalam menit maksimum dalam jam].    Saat itu kita mengalami kenikmatan diam yang tenang, tidak melamun, bukan tidur, sadar penuh dan indera bekerja penuh.  Ia hanya nikmat menjadi tenang, hanya damai menjadi tenang, hanya sunyi menjadi tenang. Jika tiba-tiba "tertidur" saat meditasi itu adalah alamiah sekali. Istirahatkan tubuh, lanjutkan tidur sampai semua proses "stress release" [detoksifikasi pikiran] selesai dan bukalah mata kembali.  Lalu cukupkan tidur di malam hari. Proses detoks [relaksasi pikiran] akan dilanjutkan malam harinya.   


6.    Masuk kedalam arena kesadaran
Meditasi,  "masuk" ke dalam diri kita, semakin dalam, semakin masuk ke alam kesadaran diri. Ia  "keluar" dari bungkus-bungkus dan kemasan material / benda-benda.  Di saat titik meditasi atau titik tenang itulah, kesadaran spiritual bekerja penuh. Ia tidak memikirkan benda-benda, ruang dan waktu.  


7.   Bertemu Tuhan
Meditasi,  memiliki "daya-jangkau" spiritual luar biasa untuk bertemu dengan keagungan Tuhan dan Tuhan. Meditasi menolong manusia memasuki area misterinya Tuhan yang "tak" terselami dengan pikiran.   Didalamnya kita terhubung langsung [berkomunikasi] dengan doa-doa spiritual dan pujian spiritual kepada Tuhan [the Divine, the Almighty].  Guru yang lain  menyebutkan "mantra" seperti: love, peace, fullfillment, joy, happiness dst.  Ada banyak syukur dilantunkan, ada banyak penerimaan diterima.  Semua hal adalah kebaikan [hadiah, berkat, karunia bukan tragedi dan bukan petaka].  Meditasi, mendewasakan rohani.  Ujian untuk diterima dengan senyuman, kesulitan menghaluskan jalan hidup dan kegagalan menguatkan hidup penuh senyuman [inner peace].  Kesadaran spiritual kita menolong "being" kita mengatasi semua gejolak, persoalan dan problem diri.
Meditasi,  dilakukan dengan kebenaran universal, untuk semua manusia, plural [agama, ras, suku dan golongan]. Meditasi, tidak membuat orang menjadi atheis, agnostik atau pindah agama, tidak perlu.

Meditasi,  bukan mengagamakan spiritual dan menspiritualkan benda-benda. Meditasi bukan pemujaan terhadap roh-roh para dewa atau mistis klenik dan bukan perdukunan. Ia proses rohaniah biasa. 



8.   Serving & loving
Meditasi,  menyayangi mahluk lain, tidak menyakiti dan tidak menambah penderitaan. Meditasi, mendamaikan diri kita dengan Tuhan dan merasakan damai sejati. Meditasi, melakukan yang baik [doing good things for others], menghindari yang jahat, melayani sesama dengan belas kasih [kindness, loving, serving, compassion, clarity, insight, lighting the way, peace].
Meditasi, dapat membersihkan diri dari kotoran pikiran, perkataan dan perbuatan, menggabungkan kebaikan dengan keheningan/relaksasi spiritual [contoh: ketidakpopuleran, nama baik, penghormatan, pengakuan, harga diri, jabatan dst].
Meditasi, jalan pencerahan diri, jalan spiritualitas dalam tindakan nyata, melengkapi diam dengan tindakan baik. Meditasi, jalan purifikasi, pemurnian jiwa dan tubuh.  Kedamaian tidak pernah meninggalkan wadah yang bersih, teruslah membersihkan diri.
Meditasi,  merawat energi baik kehidupan untuk kebahagiaan dan kesembuhan [self healing].
Sebaliknya,  meditasi,  sama sekali  "bukan" untuk terbang melayang, menjadi sakti dan angker dan juga bukan untuk berbuat jahat atau berniat jahat.




9.   Bagaimana [how to] bermeditasi?

Meditasi bisa dilakukan dengan banyak cara/teknik/metode, ada yang nyaman dengan mata terbuka, setengah terbuka, mata tertutup, sambil duduk, sambil berjalan, sambil berdiri, sambil tiduran dan sambil bekerja dalam keseharian [no-motion meditaion & motion meditation].  Bergantung aliran/ guru yang kita ikuti atau selera kita saja.  Tak memakai ilmu matematika untuk memilih jenis meditasi gerak atau meditasi diam.  Hindari tergantung hanya dengan satu aliran/ metode, bukalah wawasan [open mind] dengan berbagai metode dan pakai yang paling cocok buat diri kita. Cara adalah cara, bukan tujuan.

Memperhatikan dahi, ujung hidung, nafas masuk - nafas keluar, gerak perut, lilin, merasakan seluruh tubuh, mengaktifkan indera,  dst adalah sarana, "bukan" tujuan meditasi.  Bagi pemula [learner], ia membantu  untuk stay focussed.  Bagi praktisi meditasi yang terlatih, meditasi begitu spontan, alamiah dan langsung, tanpa alat bantu, tanpa harus ini - harus itu lagi. Ia alami saja. 

Jangan pernah ikut-ikutan trend/ mode/ gaya saja atau terperangkap dalam konsep-konsep. Terpaku pada konsep harus ini - harus itu, membuat meditasi menjadi menegangkan, kaku dan dibuat-buat.  Akhirnya, meditasi menjadi hal yang menegangkan dan menakutkan, lalu frustrasi. Hindarilah dalam jebakan konsep-konsep. Lakukan meditasi menurut pengalaman Anda sendiri, itu yang lebih otentik, original. Sharing orang lain, teman, guru, buku/ majalah atau blog ini, hanya sebagai cermin. Anda tak perlu terus-terusan berdandan di depan cermin, nanti Anda lupa pada apa tujuan berdandan, bukan?    

Lakukan meditasi dengan cinta, penjiwaan sepenuhnya dan kelembutan.   

Meditasi adalah kegiatan alami dalam keseharian, jika meditasi sudah  "menyatu" dengan diri kita.  Meditasi bukan ritual yang harus dilakukan di suatu tempat "tertentu," misalnya di teras rumah, di halaman rumah, di gunung, di pantai atau di vihara baru afdol.

Ia juga tidak menuntut harus di suatu waktu "tertentu,"  misalnya harus di malam hari atau di bulan purnama atau di waktu subuh.   Meditasi itu alamiah, bukan dibuat atau diritualkan seperti agama.  Kita juga dapat melakukan "guided" meditation secara on-line atau via video/ CD dari guru kita. Itu semua hanya tools/ alat yang membantu/ meningkatkan kualitas meditasi kita. Tanpa itu, meditasi kita juga akan baik-baik saja. 


Meditasi, umumnya dilakukan dengan duduk "tegak" bersila yang lembut, berjalan yang lembut, bekerja yang lembut [mindfullness]. Kunci utamanya adalah cari posisi yang paling nyaman. Guru lain menyarankan posisi full lotus atau half lotus. Tidak masalah sama sekali, asalkan kaki tidak kesakitan, semutan dan pegel. Jika mulai tidak nyaman dan sakit, ganti posisi yang paling nyaman. Sama juga dengan posisi tangan, yang paling relaxing [nyaman] saja. 

Meditasi  biasa digabungkan dengan latihan yoga [mind, body, soul] atau meditasi yoga.  Manfaat meditasi yoga a.l. mengurangi stres dan kecemasan.  Saat stres dan cemas, nafas  menjadi pendek dan denyut jantung kian cepat.  Pengaturan nafas panjang memberikan efek menenangkan karena melambatkan denyut jantung dan nafas, serta mengurangi produksi hormon pemicu stres.  Meditasi yoga menyehatkan, karena meningkatkan hormon-hormon penunjang kesehatan seperti melatonin.  Meditasi yoga yang rutin membuat pikiran lebih positif.  Meditasi yoga membuat otak berada pada gelombang Gamma, yang hanya dikeluarkan otak ketika seseorang sedang sangat senang atau merasakan emosi positif lainnya. 
Meditasi itu menjadi  "berkat" bagi sesama di tempat kita masing-masing, tak harus berkumpul beramai-ramai, baru dikatakan bermeditasi. Meditasi adalah kegiatan personal.  



10.   Kapan waktu meditasi?
Meditasi dilakukan setiap hari dari sejak bangun tidur sampai tidur kembali [awake to bed], setiap saat, kapan saja [24 jam sehari],  dimana saja dan dalam keadaan apa saja.  Semua waktu adalah baik.  Biasakan bermeditasi secara rutin untuk membangun kebiasaan damai dan tenang dalam hidup.  Lakukan meditasi 15-20 menit setiap hari dari pada berjam-jam tapi hanya 1x seminggu atau 1x sebulan [short moments repeated many times better than long moments done only once]. Ada guru yang mengajarkan 2x sehari, pagi bangun tidur dan malam sebelum tidur, seperti jadwal doa 2 kali sehari.  Kebebasan kitalah yang memilih mana yang paling cocok dengan waktu kita masing-masing. Jika Anda dapat membiasakan meditasi tenang setiap hari, akan jauh lebih baik.


 

11.   Dilatih bertahap
Kita hidup setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik. Kita mandi setiap hari, meski kotor lagi. Kita membersihkan kloset kita setiap hari, meski akan kotor lagi. Kita membuang sisa rambut di saluran air kamar mandi, meski kita tahu akan ada rambut-rambut lagi disitu.  Kita makan dan minum setiap hari. Kita juga detoks setiap hari. Basis kehidupan ini berjalan "harian," itulah mengapa semua aktifitas dikelola secara harian.  Harian adalah unit terkecil dari waktu kehidupan yang bisa diukur secara universal. Jika Anda setuju dengan basis mingguan atau bulanan, silahkan.
 
Meditasi adalah perjalanan tanpa batas setiap hari.  Ia seperti sungai bertemu lautan setiap hari, lautan bertemu lautan lebih luas setiap saat.  Biologi dan psikologi tubuh bekerja secara harian pula.  

Hampir segala hal dalam hidup, berlangsung sedikit demi sedikit [gradual flow].  Menjadi gemuk adalah proses harian, tidak dalam sekejap.  Begitu juga menjadi lean, langsing, slim, butuh melewati proses latihan dan disiplin.  Menjadi  sakit adalah proses harian sedikit demi sedikit.  Menjadi sukses adalah proses ketekunan dan determinasi setiap hari.   Menjadi tenang dan damai adalah proses panjang yang bertahap, bukan membalikkan tangan, bimsalabim. Tidak relevan memakai rumus magic, lampu aladin, untuk semua proses kehidupan.  Cara kerja Tuhanpun demikian. Bertahap, pelan, tak terasa, teratur, namun pasti menuju ke satu titik. Titiknya Tuhan, atau mungkin tak ada titik sama sekali di planet ini.

Sama dengan meditasi, iapun dilatih setahap demi setahap, perlahan dan mendalam, terus mendalam. 
Teruslah berlatih dalam perjalanan panjang meditasi setiap hari [habituation creates perfection].   Lakukan "istirahat" setiap hari pada apa saja yang sedang terjadi saat ini, baik atau buruk. Beristirahatlah dan biarkan semua berlalu dengan sendirinya. Biarkan rasa senang berlalu, begitu pula kesedihan dan ratapan [all will pass].  Ia seperti berhenti minum atau makan atau tidur, setelah seharian bekerja.  Dari sisi waktu, memulai meditasi cukup dengan 5 menit, 15 menit dan maju terus sampai 1/2 atau maksimal 1 jam.  Mengapa ada maksimalnya?  Tubuh akan lelah dalam posisi diam yang lama.  Kita tidak boleh terus-terusan makan atau minum, over-nourished, berbahaya bagi keseimbangan tubuh.   Istirahatkan meditasi Anda,  lakukan jalan berkeliling yang lembut, lakukan yoga atau mendengarkan music relaksasi/ meditasi,  lalu dapat mulai lagi.  


12.   Dengan alat bantu apa?
Meditasi tenang adalah meditasi alami sehari-hari. Ia dilakukan tanpa lilin, tanpa music dan tanpa aroma, hanya sendiri bersama alam, diri sendiri dan Tuhan pemilik hidup, close to nature, close to ourselves, close to God.   Sederhanakan segala konsep-konsep yang berat, buatlah ringan dan simple.  Cukup gunakan mat, tikar, kursi, lantai atau rerumputan. Jika sakit, gunakan kursi atau tempat tidur.  Jika sedang travelling, gunakan kursi kendaraan, kursi kereta atau kursi pesawat dengan posisi duduk diam.  Hindarilah bergantung dengan alat-alat bantu di luar tubuh kita.  Jikapun  terpaksa membutuhkan sarana penunjang, gunakanlah yang paling minimal.  Pandanglah dan rasakan ketenangan rerumputan, bunga-bunga, kupu-kupu, danau, pohon-pohon sekitar, pantai juga langit di halaman rumah atau di taman.  Mereka semua adalah music dan lilin alami yang agung.  Guru lain mengatakan mereka adalah guru kita, guru alam.  

Guru yang terbaik adalah guru yang diam.

13.  Haruskah dengan guru?
Meditasi,  dilakukan bersama guru/ instruktur diawal saja, diteruskan sendiri, bertumbuh sendiri untuk menjadi semakin sempurna mendekati kesempurnaan Tuhan Yang Maha Agung.  Pada dasarnya, meditasi tidak membuat kita pensiun dari tugas hidup.  Kita tetap bisa melakukan tugas panggilan pekerjaan  masing-masing, jangan berhenti, jangan lari.  Justru jadilah cahaya kedamaian dan kebahagiaan bagi kehidupan,  dimanapun kita ditempatkan [menerangi kegelapan dengan menjadi lilin-lilin kecil dan langkah-langkah kecil] seperti teladan guru kita.


14.  Apakah sensasi itu normal?

Pada saat kita sudah di titik meditasi atau titik tenang, proses "baik" [detoks, release, healing] akan otomatis bekerja.  Sensasi hanya sebagai akibat dari proses baik itu. Apa saja sensasi yang sangat normal itu? Jangan pernah distract / terganggu dengan memikirkan sensasi seperti: badan merasa melayang, merasa mengecil/ dense, tubuh merasa membesar [feelings of expansion], merasa mual, panas, pusing, disorientasi, menangis, geli/ lucu, sakit kepala, sakit di persendian dst. Lanjutkan fokus ke meditasi, teruskan doa-doa, pujian dan ucapan syukur. Itu sensasi normal-normal saja, kecuali  sakit kepada yang berat. Segera berhentilah dan jika gejala menetap, segera relaksasi "dead-body pose" 10-15 menit dan jika masih sakit kepala,  segera periksa ke dokter Anda.   Mungkin Anda memiliki satu penyakit tersembunyi yang belum diungkapkan/ terungkap atau dalam proses medikasi oleh dokter. 
Jika orang mengatakan meditasi bisa kesurupan, itu bukan sensasi meditasi, tapi kelainan spiritual.  Segera selesaikan bukan dengan meditasi,  melainkan mencari pertolongan spiritual dari guru agama, pendeta atau ustadz sesuai kepercayaan masing-masing. Ingat, meditasi tidak membuat kita kesurupan roh lain. 

Biarkan meditasi tenang Anda, menjadi sebuah pengalaman unik yang "khas" Anda sendiri. Jadikan pengalaman berharga itu membentuk kesempurnaan Anda.  

Dengan meditasi tenang setiap hari, perjalanan Anda menjadi tak terbatas dan luar biasa. 

Berjalanlah dalam perjalanan meditasi tenang Anda dan berbagilah dengan sesama, seperti guru kita.

Love & peace be with your life,

Silahkan visit juga ke : https://chopra.com/ccl-meditation/resources.html
Silahkan visit juga ke : http://gedeprama.blogdetik.com/2012/01/13/meditasi-kesembuhan-kedamaian-keheningan/
Silahkan visit juga ke: http://www.the-guided-meditation-site.com/meditation-q-a-with-brad-austen.html
Silahkan visit juga ke : http://tmindonesia.org/index.php?option=com_content&view=article&id=62&Itemid=92

Malang, Sidoarjo, Surabaya, Depok.  
meditasi.tenang@gmail.com
 

Sabtu, 21 Juni 2014

Segala kemungkinan dalam yoga & meditasi

Forces of nature.  Tuhan menyediakan banyak pilihan. Alam semesta menyediakan segala kemungkinan.  Manusia tinggal menjalani pilihannya, diantara banyak kemungkinan. 





Des Moines,  terdengar sangat Perancis. Ibu kota Iowa ini jarang terdengar, memang. Bali masih lebih terkenal. Kota ini teraman ditinggali diantara banyak kota di Amerika, dikelilingi hamparan kebun jagung [corn belt] khas Amerika Tengah. Sebelum menjadi state, ia dijajah Perancis sampai 1763, dan membekaskan banyak peninggalan bagi Iowa. Suku Indian telah lebih dahulu menghuni Iowa sejak 13.000 tahun silam. Suku-suku itu a.l. Dakota, Iowa, Meskwaki, Omaha dan Sauk. Dari tangan Perancis, pindah ke Spanyol, lalu ke pendudukan pasukan Napoleon Bonaparte th 1800. Baru kemudian dibeli oleh Amerika dan dijadikan state tahun 1803.

Salah satu county, Madison County di kota Des Moines, Iowa, kemudian ditulis kisahnya melalui sebuah jembatan tua, Roseman covered bridge, dalam novel laris "the Bridges of Madison County," tahun 1992 oleh Robert James Waller. Di filmkan, disutradarai dan diperankan oleh Clint Eastwood, tahun 1995.  Filmnya yang dimodali dengan $ 22 juta berhasil box office dengan sales $ 182 juta.  Meryl Streep mendapat Academy Awards dan Golden Globe Awards.

Dan salah satu soundtrack indahnya ialah "Doe Eyes" yang digubah oleh Clint Eastwood, diorkestrakan oleh sahabatnya Lennie Niehaus, saxophonist Amerika. Doe Eyes yang indah, baik orkestra dan versi pianonya bisa dinikmati di youtube, gratis.  Novel itu berkisah tentang seorang istri Italia [Meryl Streep] yang kesepian di Madison County bertemu 4 hari dan membuat affair 4 harinya dengan Clint Eastwood.  Clint sebagai fotografer National Geographic yang datang khusus dari Washington ke kampungnya Meryl untuk membuat serial foto-foto Jembatan Madison County. Novel itu berkisah tentang asmara 4 hari yang dibalut dengan jembatan Roseman covered bridge.  Dibungkus dengan indah oleh music Doe Eyes menjadi sebuah karya drama yang menawarkan segala kemungkinan versi manusia.   Novel sepenggal kisah sederhana bisa menjadi film drama full romantis yang sederhana pula. Dan hasil omzetnya meledak. Sebuah kemungkinan.  





Sosok Clint Eastwood, 84 tahun, dikenal sebagai artis bintang dengan segala kemungkinan. Ia bisa membuat film, main film, mengarang lagu, composer, pebisnis  dan politician. Tahun 1986 pernah menjadi Walikota di kota kecilnya di California.  Clint adalah bintang satu paket serba bisa, multi talented, yang senang melihat banyak kemungkinan.





Yoga dan meditasi, seperti kisah indah "the Bridges of Madison County," juga demikian. Ia menawarkan segala pilihan dan kemungkinan yang tidak ada di dunia olah raga lainnya. Kita ikuti saja iramanya, kemanapun ia pergi. Jangan menentang dan jangan menolaknya, pagi-pagi.  Jangan menghentikan kreatifitas dan sensasi darinya. Biarkan ia mengalir menjadi kisah-kisah kehidupan yang menarik dan layak dinikmati oleh siapa saja. Akhirnya alam semesta dan Tuhan yang akan menjadi wasit dan jurinya.  

Andapun bisa menjadi seperti Clint Eastwood,  bintang satu paket serba bisa, multi talented, dalam kehidupan Anda,  yang senang melihat banyak kemungkinan. Open minded, tidak picik dan sempit melihat anugerah Tuhan dan alam yang datang kepada Anda, hari ini.






Beberapa question & answer dalam kaca mata pilihan dan kemungkinan.

1.  Mengapa orang bilang yoga membosankan dan tidak dinamis ?

Life is a choice and a music.   Yoga itu mirip musik klasik, lembut, tenang/ringan dan indah.  Tiga aspek yoga itulah [lembut, tenang/ringan, indah] yang "membedakan" yoga dengan olah raga lainnya.  Yoga adalah wellness dan wholeness, dari sisi kelembutannya, ketenangannya dan keindahannya. Orang yang memainkan yoga mirip memainkan musik klasik. Sulit namun indah mengalun.  Not-not baloknya tidak umum. Yoga bukan dangdut Indonesia yang gemerlap sejak tahun 1960-an atau rock 'n' roll dari Amerika yang lahir sejak tahun 1940-an, dari ke 3 sisi pandang itu.

Musik klasik itu lambat mengalun, namun di moment khusus, ia sangat nikmat, menyentuh kalbu sanubari.  Musik jazz yang dinamis juga sama, mampu menghanyutkan.  Ya, ada olah raga gerak cepat, ada pula olah raga gerakan lambat.  Dua pilihan minimal.  Kita hanya memilih. Musik apa yang akan Anda mainkan atau dengarkan?  

Renang dan senam termasuk olah raga lambat, kecuali dilombakan.  Gerakan yoga masuk kategori olah raga sangat lambat, tidak cepat seperti fitness, sehingga bisa membosankan. Wajar saja.  Apalagi meditasi, tidak bergerak sama sekali.

Itulah pilihan, sehingga hanya orang yang cocok dengan gerakan lambat akan senang beryoga. Misalnya, orang gemuk, orang yang kakinya sakit, orang sakit jantung, orang asma, orang yang over-stress, orang dengan cacat ringan dan orang yang suka gerakan lambat tetapi ingin olah raga berkeringat, akan cocok sekali.  Selama wanita yang relatif pembosan, masih banyak yang gandrung/ cinta yoga, berarti yoga masih tidak membosankan. Itu indikator utamanya. Sejauh ini 80-90% yogi di Indonesia adalah wanita.

Ingat juga cangkir kopi atau cangkir teh Anda, bisa untuk menikmati segala macam drinks, mulai dari kopi jahe, teh panas, es teh, air putih hangat, sekoteng, wedang jahe,  juice sampai madu dan jamu, bukan? Jangan stick hanya untuk kopi dan teh.  Begitu juga dengan kehidupan Anda, banyak pilihan. Hanya tetap pakai prinsip. Cangkir kopi tidak boleh retak dan harus dicuci bersih setiap habis pakai. Itu prinsip, bukan? Hidup juga punya prinsip. Jika Anda belum bisa mencintai yoga, jangan dipaksakan, nanti cangkirnya retak. Jika Anda tidak suka olah raga gerakan lambat, jangan ikut yoga.  Tak ada yang memaksa Anda untuk sekolah/ kuliah, bukan?  Hidup adalah pilihan. Yoga dan meditasi pun adalah pilihan, seperti kita memilih genre musik buat hidup kita. Tidak semua orang senang musik klasik, bukan? 


2.  Apakah saya harus ikut yoga baru dibilang modern seperti yang lain ?

Love what you do, do what you love.   Di dunia ini, lebih banyak tersedia pilihan dan kemungkinan dari pada keharusan [compulsory/ obligation].  Hanya dua keharusan, pertama patuh dan taat kepada Tuhan dan kepada pemimpin. Itu berarti following your heart [hati-nurani].   Kedua, patuh dan taat kepada peraturan/undang-undang/nilai-nilai baik.

Memang yoga sedang nge-trend  sebagai next-gen exercise di Indonesia.  Manfaat yoga memang rata-rata membuat praktisinya nampak lean, slim, lebih simple, lebih ringan, tapi berotot.  Tak ada keharusan workout dengan yoga, bukan?  Tak ada keharusan Anda harus suka soto ayam, musik klasik, langsing lean atau harus vegetarian, bukan?  Sama seperti para yakuza, juga tak ada keharusan menato seluruh tubuhnya dengan warna-warni. Sama juga tak ada keharusan harus sekolah S-1.  Juga tak ada keharusan sekolah di lembaga sekolah konvensional, karena ada alternatif home schooling [belajar berbasis rumah]. Yoga bukan make-over, langsung mengubah Anda dalam sekejap, cling.

Jika dikatakan masyarakat sudah jenuh dengan jenis olah raga yang gitu-gitu aja, ya benar.  Yoga sedang nge-trend di kota-kota besar tahun 2014 ini, memang benar, itu karena ada trend-setter di publik dan di media masa. Yoga masih diminati oleh kalangan tertentu/ terbatas, seperti yang Anda lihat, kelas menengah atas, kelompok selebriti, kelompok pecinta hidup tenang, kelompok pecinta spiritual atau kelompok pecinta humanisme.

Jadi, janganlah ikut-ikutan beryoga ataupun berbisnis yoga, kecuali memang membutuhkan sekali. Janganglah sekali-kali, orang lain atau media massa mengatur tubuh kita atau kehidupan kita.  Hanya kitalah yang punya kemerdekaan penuh untuk mengatur dibawa kemana hidup kita sendiri.  Oleh karena itu sangatlah penting, memiliki tujuan hidup yang firm dan jalani tujuan itu sesuai panggilan masing-masing. Pada suatu hari kemudian, jika ternyata yoga memanggil Anda, barulah ikuti panggilan itu. Apa tanda dari panggilan itu? Kita sangat senang, gembira dan menikmatinya dan kedua belajar sedikit langsung bisa [talent/ bakat bekerja]. Nikamtilah apa yang Anda sedang kerjakan hari ini.


3.  Saya dengar yoga itu mahal ?

Everything has a price and reward.  Tak bisa dipungkiri lagi, wajah mayoritas yoga sudah sama dengan toko/ warung/ super market.  Anda harus membuka dompet atau mentransfer dana Anda.  Yoga seperti sepak bola, tak ada yang gratisan.  Mahal murah tetap relatif bukan?  Sebagai gambaran di Indonesia, tarif yoga berkisar Rp 400.000- 1.900.000/bulan/orang.  Sekali latihan saja [drop-in] Rp 125-250.000/ 2 jam, tergantung lokasi.  Untuk tahunan, berkisar Rp 5.000.000-12.000.000/ tahun.  Untuk kelas private berkisar Rp 250.00-2.000.000/ latihan/ orang peserta/ 2 jam.  Di bisnis bola lebih hebat lagi, bukan?  Seorang Messi bergaji 20-24 miliar rupiah satu minggu.  Itu adalah kemungkinan yang tak terpikirkan, oleh para profesor universitas atau dosen peneliti, yang mungkin bergaji antara 30-50 juta rupiah/ bulan atau 10-15 juta rupiah/ minggu.
  
Orang menginvestasikan dananya membangun rumah yoga, fitness center atau membuka kelas adalah untuk murni bisnis dan melayani kebutuhan Anda sebaik mungkin, bukan sosial amal.  Kecuali ashram / vihara spiritual, kegiatan meditasi tertentu atau yoga gembira yang dikhususkan untuk tidak memasang tarif, namun hanya donasi suka rela. Yoga sudah menjadi profesi, bekerja, berbisnis.  Orang bisa membeli mobil, membeli rumah, menyewa apartment dan menyekolahkan anaknya lewat yoga.  Tak ada yang salah jika yoga dibuat untuk mencari nafkah, bukan? Sah-sah dan halal saja, selagi adil dan jujur.  Memang tak ada Kegiatan yang murni spiritual yang tidak berbasis pada tarif/fee, namun donasi suka rela yang tidak mengikat.

Sampai hari ini memang, dari sisi biaya relatif sama atau lebih mahal sedikit dari fitness dan futsal, sebagai perbandingan. Bukan berarti ibu rumah tangga atau mahasiswa/i tak mampu membayar latihan yoga mereka. Kegiatan yang masih mampu dibiayai oleh ibu rumah tangga dari uang belanja atau uang sakunya, berarti masih  "affordable."  Jika melebihi, berarti kegiatan itu tak lagi terjangkau secara ekonomis.  Work out "body-mind-soul" satu paket, realtif  belum ada yang murah-meriah-sehat.  Apalagi jika yang menyelenggarakan kelas yoga adalah bisnis murni.  Anda harus tanya di depan terlebih dahulu atau check out their web dan call them first.

Sama seperti membeli baju ada yang 100ribu, tapi ada juga yang 100 juta rupiah.  Ingat, memakai baju 100 juta rupiah, kegagahan/ kecantikan Anda tidak naik/ melonjak 1000 x lipat dibandingkan memakai baju 100 ribu rupiah.  Sama seperti makan steak seharga 1 juta rupiah, tidak memberi nikmat di tenggorokan, seolah makanan lalu loncat-loncat kegirangan di leher Anda 100 x lipat lebih banyak, dibanding jika Anda hanya makan malam di warteg dengan 10 ribu rupiah.
Sesuaikanlah pilihan kelas yoga dengan daya beli dompet Anda.


4.  Ada berapa macam aliran/style yoga? Mana yang paling cocok buat saya?

Follow your heart.   Style/flow/shools adalah tentang taste. Selera orang berbeda-beda, ada yang suka juice wortel, es jeruk, kopi pahit,  cappuccino atau wedang jahe dan bandrek.  Benar-benar selera saja.  

Praktisi yoga pada umumnya tidak stick pada satu style saja. Ada juga yang setia dengan satu style seumur hidup. Mereka pada umumnya juga tidak menetap di satu rumah yoga/fitness center. Mereka suka pindah-pindah tempat latihan, touring seperti pemain futsal atau praktisi fitness center.  Perilaku mereka seperti shopping.  Tak ada loyalitas di dalam yoga, kecuali para gurunya / instrukturnya.  Jadi, please be open mind, open your eyes wide to yoga. It is unique.  Just enjoy its uniqueness.   

Anda bisa minta dikenalkan dengan segala gaya/tradisi/aliran dari guru / instruktur Anda. Mulai dari iyengar, astangha [atau power yoga di barat], hatha [part of raja yoga], sivananda yoga, kundalini, jiva mukti,  power vinyasa, yin yoga, floating [flying] yoga, body combat, yoga jive, synergy yoga, vibrant living yoga, bikram, pilates, free-style,  happy yoga, mindful meditation, healing meditation, walking meditation, drawing meditation,  sampai hip-hop untuk anak muda,  semua lengkap tersedia di berbagai kota besar di Indonesia.   Anda bisa minta gerakan yang paling mudah/ sederhana, sampai yang paling sulit [akrobatik].  Jika tak cocok dengan satu menu, satu guru atau satu lokasi bisa pilih yang suka/cocok.  

Anda juga bisa berpetualang dan bergoyang-goyang. Mau cari yoga jingkrak, yoga melayang, yoga terapung,  yoga akrobat kepala dibawah, yoga mlungker, tangan ditekuk-tekuk membalut kaki dan sebaliknya, kepala bisa kebelakang kayak ular, yoga akrobatik 2-3 orang, semua ada, lengkap.   Yoga for ladies, yoga for executives, yoga for teenagers, yoga for kids,  yoga for the old, ada.  Mau turunkan berat badan 5-10 kg, percantik lekuk tubuh,  mengatasi "back-pain", memperbaiki postur tubuh [ "body alignment" ],  menyembuhkan syaraf kejepit dengan pilates, juga ada.  Tapi yoga tetap bukan obat, hanya bekerja sebagai pencegahan. Jika back-pain Anda bisa sembuh, bersyukurlah, Anda cocok dengan terapi [latihannya].  Jika tidak sembuh, memang yoga bukan resep dokter.  

Yang berlatih bersama Anda, pada umumnya gabungan antara pemula, pembelajar dan advance. Mana yang paling cocok?    Mengalirlah dengan berbagai pengalaman/ exposure/ kemungkinan terlebih dahulu, be open mind dengan banyak alternatif.  Lalu pilihlah style/aliran yang paling sesuai dengan jiwa Anda dan kemampuan.  Biasanya nanti yang paling membuat Anda benar-benar bisa merasa nikmat dan nyamanlah yang paling cocok.  Ambil keputusan dalam yoga, sama sekali tak perlu terburu-buru.  Sediakan waktu, make time for yourself.   Sehingga tidak perlu ikut-ikutan dengan teman, milikilah prinsip sendiri dan bertumbuhlah. 



5.  Apakah yoga harus di luar ruangan atau pergi ke Bali dan India baru afdol ?

Peace is every where. Jika Anda yoga di Bali barulah merasa damai.  Sedangkan yoga di rumah sendiri atau di kota sendiri, rasanya kurang damai.  Hati-hati,  itu damainya artificial [buatan]. Karena sepulang dari Bali, Anda akan stress kembali. Masalah Anda tetap muncul lagi, belum terselesaikan. Bali  atau India memang tidak akan menuntaskan masalah Anda. Andalah sebagai "driver" yang harus menuntaskan masalah Anda sendiri. Memang benar Bali atau India memberi warna/ aura tersendiri bagi banyak orang. Lebih merasa spiritual, lebih merasa mistis, lebih merasa terangkat, lebih terhanyut, lebih retreat, lebih dalam,  lebih in the good mood dst.  Sama saja ketika Anda belanja di Centro akan merasa gimana, dibandingkan belanja di Tanah Abang. 

Dasar filosofinya, yoga bukan ritual keagamaan. Kedua, rasa damai itu datangnya dari "dalam" diri [inner peace], bukan akibat "dari luar."  Tak ada gunanya Anda yoga ke Bali dan India jika damai tak ada dari dalam diri, bukan? Faktor eksternal dan faktor latihan, berperan sebagai pendukung. Yang utama justru adalah diri sendiri.  Jika kita sudah "beres" dengan diri sendiri, yoga dimana saja, semua menjadi baik. Latihan dan lingkungan keduanya sebagai faktor tambahan, bukan faktor penentu lantas kita otomatis merasa damai atau tidak damai.   Dimana saja, indoor atau outdoor, di rumah sendiri atau di Bali, tidak menjadi soal. Jika diri kita sudah beres, maka dimana saja, kita akan merasa damai, bukan?    


6. Mengapa wanita lebih banyak yang beryoga dari pada laki-laki ?

Yoga bukan sport sexist. Yoga bukan sportnya wanita saja.  Juga dengan futsal, bukan milik lelaki.  Hanya, praktek di lapangan, futsal dan sepak bola lebih ke lelaki.  Tak berarti wanita berfutsal akan lebih maskulin.  Praktek di lapangan, yoga memang lebih ke wanita.  Tak berarti pula pria beryoga jadi kurang macho/ maskulin/ gemulai. Tak ada pengaruh sama sekali. 

Secara statistik wanita lebih berumur panjang ketimbang laki-laki di seluruh dunia. Inilah  "force of nature" dan  "mystery of God," tak ada yang bisa menjelaskan,  mengapa wanita diberi berkat usia lebih panjang dari pada pria. Hak prerogatifnya Tuhan, manusia tak mengerti. Lelaki nampaknya tak banyak punya masalah, tetapi umurnya lebih pendek. Ini juga tak terjelaskan oleh akal sehat. Itulah mengapa lebih banyak single woman dari pada single man, atau lebih banyak widow dari pada widower.

Namun ada tapinya,  secara mental dan psikologis, disisi lainnya, wanita lebih banyak masalah dari pada lelaki.  Seolah wanita selalu jadi sasaran empuk segala persoalan berkisar 2 hal itu. Lelaki juga punya masalah dengan itu, namun secara natural dan rasional, lebih dapat diatasi dengan caranya sendiri. Lelaki lebih mudah "let it go" dari pada wanita. Sehingga wanita lebih membutuhkan solusi yang sifatnya soft-solution, seperti pembinaan mental spiritual dan gerakan olah raga yang lembut dari pada lelaki. Ini juga tak terjelaskan, mengapa wanita lebih punya vitalitas untuk tahan goncangan dan badai, sehingga bisa survive lebih lama.

Tak heran, wanita lebih banyak yang datang kepada Tuhan dari pada lelaki. Begitu juga wanita lebih banyak yang ikut yoga. Barangkali secara anatomis dan gerakan, yoga lebih ke wanita.  Guru/ instruktur yoga sebanding antara wanita dan lelaki.     Bukan berarti para suami otomatis tergerak ikut yoga, jika istrinya ikut yoga lebih dahulu. Bahkan bisa sebaliknya.


  
Nantikan lanjutannya sambil menunggu Anda menghayal sendiri....tentang kisah novel itu dan kisah Anda....

Sabtu, 14 Juni 2014

Lepaskan & serahkan

There is no way to peace, peace is the way. A. J. Muste quotes 

Peaceful Yoga Garden.

Tujuan adil dan makmur sudah mulai tercapai secara materi/ benda.  Namun adil dan makmur kehilangan sisi non-materinya, yaitu kebahagiaan.  Hari-hari ini hidup sukses kaya raya bukan lagi kemewahan, melainkan hidup yang tenang dan damailah, yang menjadi kemewahan.  Tenang dan damai dicari-cari banyak orang. Apalagi secara ekstrim, A.J. Muste katakan justru damai itulah jalannya menuju pintu kebahagiaan. Jika hari ini damai saja orang masih tak punya, bagaimana orang akan merasa bahagia? Jadi masuk akal apa yang dikatakan oleh A.J. Muste, pendeta Gereja Reformed, aktivis buruh dan anti-perang Amerika tahun 1885-1967.  


Banyak orang hidupnya mondar-mandir kesana-kemari, jalan kesana- jalan kesini,  sibuk ini-sibuk itu, ikut ini- ikut itu, seakan tak punya pegangan dan prinsip, lalu di malam hari gelisah.

Kenapa aku suka takut [parno] berlebihan ? Mengapa terkadang aku suka nervous sampai lemes? Kenapa aku hilang PD sampai terasa sesak nafas? Mengapa rasa khawatir ini sulit dihilangkan? Saya sudah berdoa dan berserah, tapi kenapa tetap takut dan tak kuat menghadapi hidup? Nantikan sebuah teknik dimana yoga, meditasi dan doa, dapat meringankan "gejolak" hidup Anda. Gejolak dan badai, harus ditenangkan, diredakan.  Jika tak bisa diredakan, biarkan mereka lewat, berlalu.

Ingat penjual kacang pinggir jalan yang berjualan sambil main suling. Sementara suami istri kaya raya naik mobil mercedes yang melihatnya, iri kepada si penjual kacang. " Bagaimana ia begitu santai dan bahagia hidupnya? " komentar suami istri yang dari pagi sampai malam sibuk pontang-panting mencari uang, stress dan tak punya waktu untuk menikmati hidupnya. Suami istri itu memelihara gejolak dan badai. Si penjual kacang tak punya apa-apa untuk dijadikan gejolak dan badai. 

Ingat si pedagang sapi dan kambing yang kaya di sebuah desa, lari-lari mengejar pencuri hartanya.  Sementara itu ia melihat ada buruh tani yang tak punya ladang, tapi selalu bernyanyi ketika bekerja di ladang orang.  "Bagaimana ia begitu santai dan bahagia hidupnya? " komentar si pemilik sapi dan kambing yang dari pagi sampai malam sibuk mencari uang, stress dan tak punya waktu untuk menikmati hidupnya. Si pedagang sapi dan kambing itu memelihara gejolak dan badai. Si buruh tani tak punya apa-apa untuk dijadikan gejolak dan badai.  
" Jika kita punya apa-apa, kita beresiko untuk tak dapat merasakan apa-apa "
Hari-hari ini, ada empat cara umum orang lakukan untuk mengatasi kecemasan, ketakutan dan kekhawatirannya,  a. bertemu psikiater,  b. minum obat penenang,  c. hipnotherapi dan  d. pergi ke penasehat spiritual  [dukun dan klenik cs].  Tentu ada yang berdoa siang malam, memberikan hartanya bagi orang miskin dan berbuat kebaikan.   Namun ada beberapa orang, yang masih saja belum mampu menemukan rasa tenang dan damai. Mereka masih mencari-cari. 

Di banyak literatur dan tips populer, meditasi dan yoga ternyata sangat dipercaya menolong meredakan gejolak, selain terapi music dan terapi tidur.  Ketika ia dipercaya, barulah ia bekerja, bukan? Ketika ia diperbicangkan ia menyebar dari mulut ke mulut.

Banyak cara, yang ujung dari semuanya itu, mengarah pada satu hal, hidup tenang. Jika muaranya bukan kesana, malah membuat hidup kacau-balau,  berhentilah sejenak.

Yoga dapat menenangkan seluruh otot tubuh yang menegang akibat takut berlebihan. Meditasi dapat menenangkan [memanjangkan nafas dari nafas pendek-pendek] akibat rasa takut dan cemas. Doa dapat mendekatkan jiwa kita kepada Pemilik Solusi Maha Agung. Berdoa yang digabung dengan meditasi sangat efektif mengatasi rasa takut dan cemas.    Jika yoga, meditasi dan doa dilakukan setiap hari, tubuh, pikiran dan jiwa kembali "ditenangkan."

Output terakhir dari ketiganya adalah rasa tenang.  Karena rasa tenang yang "dari dalam" lah yang mampu mengusir "gejolak" diri. 

Meditasi yang efektif mengatasi rasa takut dan cemas adalah meditasi "let it go."  Meditasi ini percaya bahwa segala sesuatu termasuk kejadian/ peristiwa baik dan buruk dalam hidup,  hanya "lewat," tidak menetap [everything will pass].  Ia lewat seperti awan.  Ia datang dan lenyap seperti laron.  Hal baik dan hal buruk hanya lewat di kehidupan.  Tubuh kita juga akan lewat berlalu.  Segala sesuatu berlalu.

Jika pikiran selalu menangkap hal negatif yang lewat, maka hal negatif akan melekat.  Sebaliknya, jika pikiran membiarkan/ melepaskan hal negatif lewat, maka hal negatif akan pergi/ lewat / berlalu. Ia tidak mengganggu kita. Ia tidak menambahkan beban baru.

Sebaliknya, orang yang berserah / pasrah, hidupnya nampak tenang. Auranya damai.  Dan rasa tenang dan damai, tidak bisa dibuat-buat atau direkayasa oleh siapa saja.  

Tiga [3] langkah meditasi "let it go" yang dapat Anda coba adalah:


Langkah   1.    Pernafasan dalam melambat dan stretching  ringan melambat

Selama latihan ini, tenangkan pikiran, fokuskan pikiran [bukan mengosongkan pikiran] dan berdoalah kepada Tuhan yang Maha Agung, sumber pertolongan abadi.  Kita mengkombinasikan latihan ini dengan doa dari sejak awal.

Latihan ini tentu jauh dari ritual mistis atau klenik. Tak ada penyembahan terhadap roh dewa atau roh tertentu yang bertentangan dengan iman Anda.  Jika dikatakan ini latihan emosional spiritual, ya. Karena yoga dan meditasi memang untuk memberi makan yang baik, terhadap "mind, body dan soul."  Ini bukan juga ritual agama.  Anggap saja latihan ini sebagai jalan alternatif solusi / tambahan dari praktek keagamaan Anda, bukan mengecilkan peran agama Anda.  Semua tergantung penilaian Anda sendiri, bukan?    

Sebagai langkah awal [fondasi], lakukan relaksasi pernafasan dalam "melambat" dan stretching ringan yang "melambat."

Jangan pernah tergesa-gesa.  Kuncinya "melambat," "perlahan," "pelan." Tiga [3] keyword sebagai pengingat:  "slow-slow-slow," never going fast and do not rush.   Ukurannya? Relatif. Anda yang tentukan dan rasakan sendiri slow itu seberapa. Jika "slow-slow-slow" bagi Anda adalah hampir diam, lakukan itu. Jika itu seperti gerakan detik jarum jam, lakukanlah. Jika itu seperti jalan keong, lakukanlah. 

Entah duduk atau berdiri, mana yang paling nyaman, tariklah nafas dan hembuskan nafas dalam melambat 9 set hitungan.  Posisi / pose pranayama jenis apa saja, tidak masalah. Pilih salah satunya. Rasakan aliran nafas Anda. Rasakanlah. Nikmatilah. Relakslah.

Setelah itu lakukan stretching seluruh badan [forward dan backward] ringan yang "melambat," kira-kira 5-10 menit.  Rasakan dan nikmati setiap gerakan. Slow-slow-slow, kunci dari merasakan.


Langkah   2.    Meditasi dan berdoa

Meditasi sendiri sudah kegiatan spiritual [soul/ spirit], karena fokusnya adalah di dalam diri dan Tuhan, yang non-fisik, tak bisa diraba. Yang dirasakan pun bukan non-fisik, tak bisa dipegang atau dipijit.  Yoga masih terasa sebagian besar fisik [mind & body], karena ada yang bisa dipegang/ diraba pada tubuh fisik. Hanya pikiran [the mind], yang tak bisa dipegang/diraba.   Meditasi ditambah doa sesuai iman, maka lengkaplah spiritualitasnya [soul nourishment, makanan jiwa].  

Bermeditasilah yang nyaman dengan cara yang "biasa" Anda lakukan selama ini.  Jika Anda suka/ terbiasa dengan music dan aroma terapi tambahkan, namun tidak keharusan. Jika Anda nyaman dengan meditasi sambil "dead-body pose," go ahead. Ada yang suka bakar lilin, silahkan.  Lakukan saja gaya Anda.

Ketika mengambil sikap meditasi, ucapkan dalam hati doa kecil berulang.  Meditasi yang dilakukan dengan berdoa jauh lebih efektif untuk menikmati ketenangan batin dan ketentraman jiwa.

Praktisi  "mindfullness," ketika meditasi, menganjurkan untuk "menyadari" kegelisahan,  "merasakan" apa yang kita takutkan dan biarkan semua berlalu, lewat.  Memang tak mudah, karena disitulah letak seninya.  Tak ada yang instan dalam hidup.  Semua hal butuh proses, entah baik dan entah buruk.

Saking lambatnya, sering proses itu tak kita sadari sedang terjadi di dalam hidup.  Seperti bunga yang perlahan berubah menjadi buah.   Melalui latihan yang terus-menerus, badai pasti dapat teratasi.   Everything will pass. 

Untuk membuktikan "everything will pass," ada dua [2] kata kerja ajaib yang akan membangun pikiran positif dan penuh syukur.  Mereka adalah kata-kata "lepaskan" dan "serahkan."  Urutannya: "Aku lepaskan..." lalu "Aku serahkan....."  Ini adalah latihan "re-setting" pikiran, perasaan dan emosi.  Output akhirnya adalah apa yang kita tunggu-tunggu selama ini : rasa tenang, rasa nyaman dan rasa damai [peaceful mind and soul]. Pikiran yang tenang dan jiwa yang tenang.  

"Aku lepasakan rasa takut terhadap...... [sebutkan apa yang Anda takutkan dan khawatirkan...].    Aku serahkan rasa takut terhadap.... kepadaMu, ambillah...   Selesaikanlah apa yang belum selesai."

Lakukan berulang secara relaks dan nyaman sekali sambil merasakan sensasi meditasi.  Seberapa banyak? Anda sendiri yang tentukan.  

Hindari sama sekali sikap terburu-buru, dalam meditasi dan berdoa.  Sediakan waktu yang cukup.  Berapa lama?  Lakukan minimal 5-10 menit, namun lebih lama lebih baik.  Anda memberi "balance" terhadap hidup Anda yang serba tergesa-gesa dan serba instan.  


Dengan sikap pikiran baik untuk rela "melepaskan" dan "menyerahkan" segala ketakutan dan kekhawatiran Anda, maka sesungguhnya sebagian besar rasa takut dan khawatir sudah pergi menjauh dari diri Anda.

Mengapa? Karena meditasi "let it go" itu melepaskan / mengurangi segala sesuatu," bukan mengambil atau menambah segala sesutau.    Sedangkan berdoa penyerahan juga melepaskan / mengurangkan beban, tidak meminta/ menambahkan beban tambahan yang tak dibutuhkan [mengemis pada keinginan].

Banyak doa-doa selama ini tidak menolong karena tidak mengurangi malah menambah, tidak total berserah.  Doa penyerahan yang efektif adalah yang "total surrender [pasrah sempurna]."  Berlatihlah, karena memerlukan proses dan ketekunan.  Meditasi dan doa butuh disiplin.   Mengurangi itu berarti "membebaskan," sehingga  "melegakan dan meringankan."

Kelegaan baru harus dirasakan ketika meditasi "let it go."  
        

Langkah  3.   Yoga relaksasi

Langkah penutup dari meditasi "let it go," adalah yoga relaksasi.  Key word: relaksasi. Yoga adalah yoga, semua tahu. Ada flexibility, ada balance dan ada power.   Namun jika ditambahi aspek relaksasi, ia menjadi berbeda, baik dalam proses maupun tujuan akhir latihan.

Latihan relaksasi terbukti menenangkan/ meredakan / melegakan. Indah bukan? Ia melampaui yang otot bisa berikan.  

Relaksasi sangat menolong orang yang mudah panik, phobia dan post-trauma. Buktikanlah. Ia menyembuhkan, menutupi segala sesuatu.  Tak ada api dalam relaksasi. Yang ada hanyalah energi baik, niat baik. Ia menyembuhkan amarah dan gejolak emosi.  

Relaksasi mirip dengan diam, mirip dengan still, silent, hening, sunyi, bening.  Dari sinilah terpancar kedamaian, keindahan dan kesempurnaan hidup.  Segala sesuatu yang dimanaged dengan relaks, hasilnya jauh lebih baik.  Juga harap gunakan semua kemampuan akal sehat, rasional dan gunakan common-sense.     
Kunci yoga relaksasi, sama,  "melambat," "perlahan," "pelan." Tiga [3] keyword sebagai pengingat:  "slow-slow-slow," never going fast and do not rush.   Ukurannya? Sekali lagi, relatif.  Anda yang tentukan dan rasakan sendiri slow itu seberapa. Jika "slow-slow-slow" bagi Anda seperti gerakan detik pada jarum jam, lakukanlah. Jika itu seperti jalan keong, lakukanlah.  Jika itu seperti gerakan daun yang tertiup angin, lakukanlah.  Jika itu mirip gerakan awan, lakukanlah. Pelan namun pasti. 

Style yoga yang mana?  Tak masalah.   Pilihlah yang Anda sudah bisa / mampu lakukan dengan baik atau yang biasa dilakukan saja.  Tak usah gaya / style yang sulit-sulit atau hebat.  Tujuannya bukan itu, bukan?

Tujuan yoga relaksasi adalah menenangkan/ meredakan otot yang tegang dan menenangkan jiwa yang tegang karena rasa takut yang menghantui.  Menenangkan adalah tujuan relaksasi.  Dan itu adalah tujuan akhir yoga. 

Berapa lama? Anda berhenti yoga relaksasi, jika Anda sudah mencapai rasa tenang "body" dan "soul"  Anda.  Ukurannya? Anda sendiri yang tentukan, bukan?  Amat relatif diantara individu. Ada yang cepat ada yang lama.   Namun rata-rata 30-60 menit sudah cukup.  Jangan terpengaruh oleh habit orang lain.  Jika Anda merasa sudah cukup, berhentilah.  Ada yang yoganya hanya 15 menit, sudah cukup. Ada yang harus diatas 1 jam sampai keringat mengucur, baru tenang.  Fair enough.  It is up to your habit. Jangan lakukan yoga tanpa tujuan di pikiran [start with an end in mind]. Karena ia akan hanya jadi latihan otot [body training] belaka seperti latihan fisik yang lain.

Akhiri latihan yoga relaksasi dengan meditasi penutup, kurang lebih 5 menit dan ucapkan syukur kepada Tuhan. 

Ketenangan baru harus dirasakan ketika melakukan yoga relaksasi.   

Agar merasakan manfaatnya, mulailah melakukannya/ mempraktekkannya.

Selamat berlatih dan berbagilah kepada sesama, jika Anda menemukan manfaat besarnya.


When you find peace within yourself, you become the kind of person who can live at peace with others. Peace Pilgrim quotes



Jumat, 06 Juni 2014

Yoga melambat, menenangkan


Sungguh yoga melambat [yin yoga] itu menenangkan, mendamaikan dan menentramkan pikiran dan batin.
Yoga yang dijiwai. Yoga yang dinikmati.  Yoga yang dapat dirasakan.  Yoga halus, lembut, harmonis dan selaras.  Yoga untuk relaksasi.  Yoga untuk bersantai.  Yoga untuk makna.  Karena tidak perlu buru-buru, tidak dikejar target tertentu, tidak takut sakit otot, akibatnya yoga lalu menyenangkan dan mengasyikkan jiwa kita.  Tak ada yang dikejar dan tak ada yang mengejar. Kita tak menetapkan target.  Kita benar-benar merasakan tubuh kita dan sensasi yang dialaminya ketika berlatih.  Yoga melambat menjadi  berbeda dengan yoga pada umumnya yang ramai dilakukan banyak orang. Yin yoga ini, dengan free-stylenya, cocok untuk  olah raga keluarga, kegiatan personal & couple, event korporasi, kelas private dan small gathering. Paling bagus diadakan outdoor, bersahabat dengan alam. Jika punya teras yang luas atau taman belakang rumah, amat bagus.  Karena yoga bukan ritual agama, tak mengenal jam atau waktu tertentu.  Dari sisi waktu, yoga cocok 24 jam, bahkan 7 days a week. Meditasi juga sama. Tak ada batasan waktu yang rigid, menurut tradisi A atau B.  Beberapa orang beryoga saat subuh, habis magrib dan pada malam hari. Semua baik. 
  
Satu pose dilakukan berulang dan dinikmati penuh. Tergantung kemampuan masing-masing, jangan dipaksakan, jangan ditargetkan, jika kuat bisa sampai 9 kali.   Sekali gerakan / pose ditahan agak lama, jika kuat sampai 9-25 hitungan nafas. Kuncinya dua, melambat dan jangan memaksakan tubuh. Stretching dan twisting sesuai kemampuan kelenturan saja. Jika ingin menambahkan "deep-stretching," tubuh harus diatur agar posenya benar-benar relaxing, tidak kaku dan menegang. Otot dilenturkan, pikiran ditenangkan, nafas dilambatkan, akan tercipta efek relaksasi penuh.

Jika meditasi disisipkan diantara pose, untuk merasakan efek langsung dari pose, diatur dengan teknik sama. Meditasi yang melambat, lebih lama dan lebih stabil. Fase ini butuh proses, butuh berlatih panjang. Sehingga pikiran tidak buyar dan mulai dari awal. Posisi meditasi dapat half-lotus atau full-lotus, kedua kaki disilangkan. Namun, pilih posisi kaki dan duduk yang paling nyaman. Sekali lagi jangan memaksakan/ menargetkan posisi tertentu.  Karena target adalah lawan dari ketenangan. 

Fokusnya dua, memperhatikan dan merasakan.  Apa yang diperhatikan dan dirasakan?
Ada dua, gerakan melambat dan nafas melambat.  Kriteria lambat, kita yang menentukan dan yang merasakan.  Setiap individu berbeda-beda. Semakin terlatih [master], semakin lambat.  Bergerak melambat, berbicara melambat, bukan berarti respons lambat. Bernafas dalam melambat [dirasakan dan dinikmati], bukan berarti harus sampai tersengal-sengal dan kehabisan nafas. 

Kedua aktifitas melambat ini merangsang sistem saraf tepi parasimpatis. Sistem saraf parasimpatis membuat organ tubuh bekerja melambat secara otonom [tak sadar]. Akibatnya semua organ tubuh menjadi benar-benar relaks sempurna, still, diam, hening. Hasilnya, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, begitu pula level hormon stress.

Efek relaksasi tercipta dengan sendirinya, karena syaraf vagus dirangsang untuk bekerja lebih [tergolong syaraf parasimpatis], lewat gerakan ritmis melambat dari diagfragma saat bernafas dalam.
Efek menenangkan tercipta kerena detak jantung melambat dan tekanan darah menurun yang memberikan rasa damai penuh [peace of mind].


Relaksasi dan tenang,  keduanya  sangat ajaib dapat mengantarkan kita pasrah dan berserah sempurna [penuh] kepada Tuhan Yang Maha Agung. Sesuai iman kepercayaan masing-masing, lakukanlah doa rutin dengan sikap berserah sempurna [total surrender]. Sehingga efek yoga melambat, menenangkan, akan jauh lebih efektif [terasa], setelah latihan.  Jangan berhenti dari latihan. Teruskan sendiri di rumah.

Yoga melambat, menenangkan, sebaiknya dilakukan setiap hari, setiap saat. Kenapa? Untuk menetralisir ketegangan, ketakutan, kekhawatiran, kecemasan yang kita alami setiap saat pula.  Inilah efek "balancing" hidup yang praktis.   Praktekkanlah. Mulailah dengan perlahan dan akhiri dengan perlahan pula.
Rasakan bedanya.
Alone with the comfort of silence, is freedom and peace of mind, Bradley B. Dalina

Love & peace.



Hasilnya, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, begitu pula level hormon stres. - See more at: http://www.sehatuntuksemua.com/artikel/gaya-hidup-sehat/yoga#sthash.HbdRIk3L.dpuf
Hasilnya, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, begitu pula level hormon stres. - See more at: http://www.sehatuntuksemua.com/artikel/gaya-hidup-sehat/yoga#sthash.HbdRIk3L.dpuf