Sabtu, 14 Juni 2014

Lepaskan & serahkan

There is no way to peace, peace is the way. A. J. Muste quotes 

Peaceful Yoga Garden.

Tujuan adil dan makmur sudah mulai tercapai secara materi/ benda.  Namun adil dan makmur kehilangan sisi non-materinya, yaitu kebahagiaan.  Hari-hari ini hidup sukses kaya raya bukan lagi kemewahan, melainkan hidup yang tenang dan damailah, yang menjadi kemewahan.  Tenang dan damai dicari-cari banyak orang. Apalagi secara ekstrim, A.J. Muste katakan justru damai itulah jalannya menuju pintu kebahagiaan. Jika hari ini damai saja orang masih tak punya, bagaimana orang akan merasa bahagia? Jadi masuk akal apa yang dikatakan oleh A.J. Muste, pendeta Gereja Reformed, aktivis buruh dan anti-perang Amerika tahun 1885-1967.  


Banyak orang hidupnya mondar-mandir kesana-kemari, jalan kesana- jalan kesini,  sibuk ini-sibuk itu, ikut ini- ikut itu, seakan tak punya pegangan dan prinsip, lalu di malam hari gelisah.

Kenapa aku suka takut [parno] berlebihan ? Mengapa terkadang aku suka nervous sampai lemes? Kenapa aku hilang PD sampai terasa sesak nafas? Mengapa rasa khawatir ini sulit dihilangkan? Saya sudah berdoa dan berserah, tapi kenapa tetap takut dan tak kuat menghadapi hidup? Nantikan sebuah teknik dimana yoga, meditasi dan doa, dapat meringankan "gejolak" hidup Anda. Gejolak dan badai, harus ditenangkan, diredakan.  Jika tak bisa diredakan, biarkan mereka lewat, berlalu.

Ingat penjual kacang pinggir jalan yang berjualan sambil main suling. Sementara suami istri kaya raya naik mobil mercedes yang melihatnya, iri kepada si penjual kacang. " Bagaimana ia begitu santai dan bahagia hidupnya? " komentar suami istri yang dari pagi sampai malam sibuk pontang-panting mencari uang, stress dan tak punya waktu untuk menikmati hidupnya. Suami istri itu memelihara gejolak dan badai. Si penjual kacang tak punya apa-apa untuk dijadikan gejolak dan badai. 

Ingat si pedagang sapi dan kambing yang kaya di sebuah desa, lari-lari mengejar pencuri hartanya.  Sementara itu ia melihat ada buruh tani yang tak punya ladang, tapi selalu bernyanyi ketika bekerja di ladang orang.  "Bagaimana ia begitu santai dan bahagia hidupnya? " komentar si pemilik sapi dan kambing yang dari pagi sampai malam sibuk mencari uang, stress dan tak punya waktu untuk menikmati hidupnya. Si pedagang sapi dan kambing itu memelihara gejolak dan badai. Si buruh tani tak punya apa-apa untuk dijadikan gejolak dan badai.  
" Jika kita punya apa-apa, kita beresiko untuk tak dapat merasakan apa-apa "
Hari-hari ini, ada empat cara umum orang lakukan untuk mengatasi kecemasan, ketakutan dan kekhawatirannya,  a. bertemu psikiater,  b. minum obat penenang,  c. hipnotherapi dan  d. pergi ke penasehat spiritual  [dukun dan klenik cs].  Tentu ada yang berdoa siang malam, memberikan hartanya bagi orang miskin dan berbuat kebaikan.   Namun ada beberapa orang, yang masih saja belum mampu menemukan rasa tenang dan damai. Mereka masih mencari-cari. 

Di banyak literatur dan tips populer, meditasi dan yoga ternyata sangat dipercaya menolong meredakan gejolak, selain terapi music dan terapi tidur.  Ketika ia dipercaya, barulah ia bekerja, bukan? Ketika ia diperbicangkan ia menyebar dari mulut ke mulut.

Banyak cara, yang ujung dari semuanya itu, mengarah pada satu hal, hidup tenang. Jika muaranya bukan kesana, malah membuat hidup kacau-balau,  berhentilah sejenak.

Yoga dapat menenangkan seluruh otot tubuh yang menegang akibat takut berlebihan. Meditasi dapat menenangkan [memanjangkan nafas dari nafas pendek-pendek] akibat rasa takut dan cemas. Doa dapat mendekatkan jiwa kita kepada Pemilik Solusi Maha Agung. Berdoa yang digabung dengan meditasi sangat efektif mengatasi rasa takut dan cemas.    Jika yoga, meditasi dan doa dilakukan setiap hari, tubuh, pikiran dan jiwa kembali "ditenangkan."

Output terakhir dari ketiganya adalah rasa tenang.  Karena rasa tenang yang "dari dalam" lah yang mampu mengusir "gejolak" diri. 

Meditasi yang efektif mengatasi rasa takut dan cemas adalah meditasi "let it go."  Meditasi ini percaya bahwa segala sesuatu termasuk kejadian/ peristiwa baik dan buruk dalam hidup,  hanya "lewat," tidak menetap [everything will pass].  Ia lewat seperti awan.  Ia datang dan lenyap seperti laron.  Hal baik dan hal buruk hanya lewat di kehidupan.  Tubuh kita juga akan lewat berlalu.  Segala sesuatu berlalu.

Jika pikiran selalu menangkap hal negatif yang lewat, maka hal negatif akan melekat.  Sebaliknya, jika pikiran membiarkan/ melepaskan hal negatif lewat, maka hal negatif akan pergi/ lewat / berlalu. Ia tidak mengganggu kita. Ia tidak menambahkan beban baru.

Sebaliknya, orang yang berserah / pasrah, hidupnya nampak tenang. Auranya damai.  Dan rasa tenang dan damai, tidak bisa dibuat-buat atau direkayasa oleh siapa saja.  

Tiga [3] langkah meditasi "let it go" yang dapat Anda coba adalah:


Langkah   1.    Pernafasan dalam melambat dan stretching  ringan melambat

Selama latihan ini, tenangkan pikiran, fokuskan pikiran [bukan mengosongkan pikiran] dan berdoalah kepada Tuhan yang Maha Agung, sumber pertolongan abadi.  Kita mengkombinasikan latihan ini dengan doa dari sejak awal.

Latihan ini tentu jauh dari ritual mistis atau klenik. Tak ada penyembahan terhadap roh dewa atau roh tertentu yang bertentangan dengan iman Anda.  Jika dikatakan ini latihan emosional spiritual, ya. Karena yoga dan meditasi memang untuk memberi makan yang baik, terhadap "mind, body dan soul."  Ini bukan juga ritual agama.  Anggap saja latihan ini sebagai jalan alternatif solusi / tambahan dari praktek keagamaan Anda, bukan mengecilkan peran agama Anda.  Semua tergantung penilaian Anda sendiri, bukan?    

Sebagai langkah awal [fondasi], lakukan relaksasi pernafasan dalam "melambat" dan stretching ringan yang "melambat."

Jangan pernah tergesa-gesa.  Kuncinya "melambat," "perlahan," "pelan." Tiga [3] keyword sebagai pengingat:  "slow-slow-slow," never going fast and do not rush.   Ukurannya? Relatif. Anda yang tentukan dan rasakan sendiri slow itu seberapa. Jika "slow-slow-slow" bagi Anda adalah hampir diam, lakukan itu. Jika itu seperti gerakan detik jarum jam, lakukanlah. Jika itu seperti jalan keong, lakukanlah. 

Entah duduk atau berdiri, mana yang paling nyaman, tariklah nafas dan hembuskan nafas dalam melambat 9 set hitungan.  Posisi / pose pranayama jenis apa saja, tidak masalah. Pilih salah satunya. Rasakan aliran nafas Anda. Rasakanlah. Nikmatilah. Relakslah.

Setelah itu lakukan stretching seluruh badan [forward dan backward] ringan yang "melambat," kira-kira 5-10 menit.  Rasakan dan nikmati setiap gerakan. Slow-slow-slow, kunci dari merasakan.


Langkah   2.    Meditasi dan berdoa

Meditasi sendiri sudah kegiatan spiritual [soul/ spirit], karena fokusnya adalah di dalam diri dan Tuhan, yang non-fisik, tak bisa diraba. Yang dirasakan pun bukan non-fisik, tak bisa dipegang atau dipijit.  Yoga masih terasa sebagian besar fisik [mind & body], karena ada yang bisa dipegang/ diraba pada tubuh fisik. Hanya pikiran [the mind], yang tak bisa dipegang/diraba.   Meditasi ditambah doa sesuai iman, maka lengkaplah spiritualitasnya [soul nourishment, makanan jiwa].  

Bermeditasilah yang nyaman dengan cara yang "biasa" Anda lakukan selama ini.  Jika Anda suka/ terbiasa dengan music dan aroma terapi tambahkan, namun tidak keharusan. Jika Anda nyaman dengan meditasi sambil "dead-body pose," go ahead. Ada yang suka bakar lilin, silahkan.  Lakukan saja gaya Anda.

Ketika mengambil sikap meditasi, ucapkan dalam hati doa kecil berulang.  Meditasi yang dilakukan dengan berdoa jauh lebih efektif untuk menikmati ketenangan batin dan ketentraman jiwa.

Praktisi  "mindfullness," ketika meditasi, menganjurkan untuk "menyadari" kegelisahan,  "merasakan" apa yang kita takutkan dan biarkan semua berlalu, lewat.  Memang tak mudah, karena disitulah letak seninya.  Tak ada yang instan dalam hidup.  Semua hal butuh proses, entah baik dan entah buruk.

Saking lambatnya, sering proses itu tak kita sadari sedang terjadi di dalam hidup.  Seperti bunga yang perlahan berubah menjadi buah.   Melalui latihan yang terus-menerus, badai pasti dapat teratasi.   Everything will pass. 

Untuk membuktikan "everything will pass," ada dua [2] kata kerja ajaib yang akan membangun pikiran positif dan penuh syukur.  Mereka adalah kata-kata "lepaskan" dan "serahkan."  Urutannya: "Aku lepaskan..." lalu "Aku serahkan....."  Ini adalah latihan "re-setting" pikiran, perasaan dan emosi.  Output akhirnya adalah apa yang kita tunggu-tunggu selama ini : rasa tenang, rasa nyaman dan rasa damai [peaceful mind and soul]. Pikiran yang tenang dan jiwa yang tenang.  

"Aku lepasakan rasa takut terhadap...... [sebutkan apa yang Anda takutkan dan khawatirkan...].    Aku serahkan rasa takut terhadap.... kepadaMu, ambillah...   Selesaikanlah apa yang belum selesai."

Lakukan berulang secara relaks dan nyaman sekali sambil merasakan sensasi meditasi.  Seberapa banyak? Anda sendiri yang tentukan.  

Hindari sama sekali sikap terburu-buru, dalam meditasi dan berdoa.  Sediakan waktu yang cukup.  Berapa lama?  Lakukan minimal 5-10 menit, namun lebih lama lebih baik.  Anda memberi "balance" terhadap hidup Anda yang serba tergesa-gesa dan serba instan.  


Dengan sikap pikiran baik untuk rela "melepaskan" dan "menyerahkan" segala ketakutan dan kekhawatiran Anda, maka sesungguhnya sebagian besar rasa takut dan khawatir sudah pergi menjauh dari diri Anda.

Mengapa? Karena meditasi "let it go" itu melepaskan / mengurangi segala sesuatu," bukan mengambil atau menambah segala sesutau.    Sedangkan berdoa penyerahan juga melepaskan / mengurangkan beban, tidak meminta/ menambahkan beban tambahan yang tak dibutuhkan [mengemis pada keinginan].

Banyak doa-doa selama ini tidak menolong karena tidak mengurangi malah menambah, tidak total berserah.  Doa penyerahan yang efektif adalah yang "total surrender [pasrah sempurna]."  Berlatihlah, karena memerlukan proses dan ketekunan.  Meditasi dan doa butuh disiplin.   Mengurangi itu berarti "membebaskan," sehingga  "melegakan dan meringankan."

Kelegaan baru harus dirasakan ketika meditasi "let it go."  
        

Langkah  3.   Yoga relaksasi

Langkah penutup dari meditasi "let it go," adalah yoga relaksasi.  Key word: relaksasi. Yoga adalah yoga, semua tahu. Ada flexibility, ada balance dan ada power.   Namun jika ditambahi aspek relaksasi, ia menjadi berbeda, baik dalam proses maupun tujuan akhir latihan.

Latihan relaksasi terbukti menenangkan/ meredakan / melegakan. Indah bukan? Ia melampaui yang otot bisa berikan.  

Relaksasi sangat menolong orang yang mudah panik, phobia dan post-trauma. Buktikanlah. Ia menyembuhkan, menutupi segala sesuatu.  Tak ada api dalam relaksasi. Yang ada hanyalah energi baik, niat baik. Ia menyembuhkan amarah dan gejolak emosi.  

Relaksasi mirip dengan diam, mirip dengan still, silent, hening, sunyi, bening.  Dari sinilah terpancar kedamaian, keindahan dan kesempurnaan hidup.  Segala sesuatu yang dimanaged dengan relaks, hasilnya jauh lebih baik.  Juga harap gunakan semua kemampuan akal sehat, rasional dan gunakan common-sense.     
Kunci yoga relaksasi, sama,  "melambat," "perlahan," "pelan." Tiga [3] keyword sebagai pengingat:  "slow-slow-slow," never going fast and do not rush.   Ukurannya? Sekali lagi, relatif.  Anda yang tentukan dan rasakan sendiri slow itu seberapa. Jika "slow-slow-slow" bagi Anda seperti gerakan detik pada jarum jam, lakukanlah. Jika itu seperti jalan keong, lakukanlah.  Jika itu seperti gerakan daun yang tertiup angin, lakukanlah.  Jika itu mirip gerakan awan, lakukanlah. Pelan namun pasti. 

Style yoga yang mana?  Tak masalah.   Pilihlah yang Anda sudah bisa / mampu lakukan dengan baik atau yang biasa dilakukan saja.  Tak usah gaya / style yang sulit-sulit atau hebat.  Tujuannya bukan itu, bukan?

Tujuan yoga relaksasi adalah menenangkan/ meredakan otot yang tegang dan menenangkan jiwa yang tegang karena rasa takut yang menghantui.  Menenangkan adalah tujuan relaksasi.  Dan itu adalah tujuan akhir yoga. 

Berapa lama? Anda berhenti yoga relaksasi, jika Anda sudah mencapai rasa tenang "body" dan "soul"  Anda.  Ukurannya? Anda sendiri yang tentukan, bukan?  Amat relatif diantara individu. Ada yang cepat ada yang lama.   Namun rata-rata 30-60 menit sudah cukup.  Jangan terpengaruh oleh habit orang lain.  Jika Anda merasa sudah cukup, berhentilah.  Ada yang yoganya hanya 15 menit, sudah cukup. Ada yang harus diatas 1 jam sampai keringat mengucur, baru tenang.  Fair enough.  It is up to your habit. Jangan lakukan yoga tanpa tujuan di pikiran [start with an end in mind]. Karena ia akan hanya jadi latihan otot [body training] belaka seperti latihan fisik yang lain.

Akhiri latihan yoga relaksasi dengan meditasi penutup, kurang lebih 5 menit dan ucapkan syukur kepada Tuhan. 

Ketenangan baru harus dirasakan ketika melakukan yoga relaksasi.   

Agar merasakan manfaatnya, mulailah melakukannya/ mempraktekkannya.

Selamat berlatih dan berbagilah kepada sesama, jika Anda menemukan manfaat besarnya.


When you find peace within yourself, you become the kind of person who can live at peace with others. Peace Pilgrim quotes



Tidak ada komentar:

Posting Komentar